RUZKA INDONESIA — Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan keuangan bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran, melainkan juga menata arus keuangan usaha dan rumah tangga.
Pengelolaan yang tertib membantu pelaku usaha memahami kondisi keuangan, sehingga mampu memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta dapat menentukan langkah pengembangan usaha.
Untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan yang lebih terukur, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (Tim Pengmas FEB UI) membekali 50 pelaku UMKM sektor pangan yang tergabung dalam Sukabumi Entrepreneur Association (SEA).
Melalui pelatihan pada 9โ11 Agustus 2026 di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi, peserta dibekali materi keterampilan dasar pengelolaan keuangan usaha dan keluarga.
Ketua Tim Pelaksana, Dr. Dwi Nastiti Danarsari, M.S.M., menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang kerap dihadapi pelaku UMKM adalah belum jelasnya batas antara keuangan usaha dan keuangan keluarga.
Tentukan Keputusan Keuangan
Kondisi ini dapat membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui hasil usaha yang sebenarnya dan menentukan keputusan keuangan secara tepat.
โPerbaikan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu memisahkan uang usaha dan uang keluarga serta mencatat setiap transaksi. Dengan catatan yang tertib, pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan usaha dan menggunakan informasi tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan,โ jelas Dwi dalam keterangan yang diterima, Selasa (08/09/2026).
Dalam kesempatan itu, Dwi memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan keluarga. Menurutnya, pengaturan keuangan rumah tangga berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha, terutama bagi pelaku UMKM yang mengandalkan usaha sebagai sumber pendapatan utama.
Para pelaku usaha perlu memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga untuk menjaga modal dan operasional usaha, serta mampu mengelola pengeluaran dan pendapatan.
Pengelolaan Keuangan
Selanjutnya, peserta juga mendapat materi pengelolaan keuangan usaha dari Prof. Viverita, Ph.D. dan Ratih Dyah Kusumastuti, M.T., Ph.D. Mereka diperkenalkan tentang pentingnya pencatatan penerimaan dan pengeluaran, serta disiplin dalam mengelola arus keuangan.
Melalui pencatatan, pelaku usaha dapat mengetahui sumber pemasukan, penggunaan dana, hingga kondisi keuntungan usaha.
Pengetahuan ini menjadi dasar bagi peserta untuk merencanakan kebutuhan usaha, mengendalikan pengeluaran, dan mengevaluasi kinerja secara berkala.
Dengan demikian, pencatatan keuangan tidak berhenti sebagai kegiatan administratif, tetapi menjadi alat bagi mereka untuk memahami kondisi usahanya dan menentukan keputusan secara lebih terukur.
Penguatan Kapasitas UMKM
Melalui kegiatan ini, FEB UI berkontribusi dalam penguatan kapasitas UMKM sekaligus mempertemukan perguruan tinggi, komunitas pengusaha, dan pelaku usaha di Sukabumi.
Dwi mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Sukabumi atas dukungan dan penyediaan lokasi kegiatan, serta pengurus SEA yang membangun jejaring dan mendampingi pelaku UMKM.
โKampus bukan hanya tempat belajar bagi mahasiswa, tetapi juga ruang tumbuh bagi masyarakat dan pelaku usaha. Menjalankan usaha memang dilakukan oleh masing-masing pelaku, tetapi untuk berkembang, kita tidak harus berjalan sendirian,โ ungkap Dwi.
FEB UI mendorong agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan. Kebiasaan mencatat transaksi, memisahkan dana usaha dan keluarga, serta mengevaluasi kondisi keuangan secara berkala diharapkan dapat diterapkan secara konsisten oleh pelaku UMKM.
Upaya tersebut memperkuat peran FEB UI dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi masyarakat dan membangun kolaborasi berkelanjutan dengan komunitas usaha di daerah. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar