RUZKA INDONESIA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengubah cara pandang dalam bekerja. Dari sekadar menjalankan tugas administratif menjadi penggerak solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan nasional.
Ajakan itu disampaikan Menaker saat menghadiri Silaturahmi dan Penguatan Pegawai Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari dan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8/2026).
Menurut Menaker, setiap ASN Kemnaker harus memiliki cara pandang nasional dalam menjalankan tugasnya. ASN tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai aturan, tetapi juga memahami peran pemerintah menghadirkan solusi atas persoalan ketenagakerjaan.
โKita harus berpikir sebagai ASN kementerian dengan cara pandang nasional. Tantangan kita adalah bagaimana menghadirkan solusi atas persoalan pengangguran. Setiap individu memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan melalui semangat The Power of One,โ ujar Menaker.
Budaya Kerja Nice Place to Grow
Untuk mewujudkan itu, Menaker menekankan pentingnya membangun budaya kerja kolaboratif dan inklusif melalui konsep Nice Place to Grow. Lingkungan kerja harus mendorong pegawai terus berkembang, berani menyampaikan gagasan, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia mencontohkan, keberhasilan balai pelatihan tidak boleh hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan. Seluruh jajaran, termasuk instruktur, harus berinovasi agar lulusan pelatihan memperoleh akses ke pasar kerja dan terserap di dunia usaha maupun industri.
Sejalan dengan itu, balai-balai pelatihan vokasi termasuk BPVP Kendari akan diperkuat perannya sebagai Talent & Innovation Hub. Balai tidak hanya jadi tempat pelatihan, tetapi juga pusat kolaborasi, pengembangan talenta, konsultasi usaha, peningkatan produktivitas, serta penyedia layanan ketenagakerjaan berbasis digital.
โKarena itu, saya mengajak seluruh ASN menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan kementerian tidak diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk dalam mempercepat penurunan pengangguran,โ katanya.
Menaker menyebut perubahan budaya kerja ini menjadi fondasi memperkuat program prioritas Kemnaker. Kepercayaan terhadap transformasi Kemnaker mulai tercermin dari meningkatnya dukungan pemerintah pada pengembangan program vokasi dan MagangHub.
Melalui program tersebut, semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi sekaligus mengakses dunia kerja.
Dalam kesempatan itu Menaker juga menegaskan integritas sebagai fondasi utama birokrasi profesional yang dipercaya masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran menjaga moralitas, menjunjung tinggi kejujuran, serta menghapus praktik yang mencederai pelayanan publik.
โKita bangun birokrasi yang bersih. Saya tidak akan menoleransi praktik manipulasi anggaran dan tidak akan melindungi siapa pun yang terjerat kasus hukum,โ tegasnya. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com







Komentar