RUZKA INDONESIA — Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, mengapresiasi langkah cepat dan responsif Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam merealisasikan pembangunan dua proyek infrastruktur strategis di Kabupaten Badung.
Kedua proyek tersebut yakni Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Shortcut BerawaโUmalasโKedampangโTeuku Umar Barat. Dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp 2,9 triliun, pembangunan infrastruktur ini dinilai menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengurai kemacetan, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus menjaga daya saing pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Golkar sangat mengapresiasi pembangunan dua proyek infrastruktur ini. Kita sangat membutuhkan infrastruktur untuk mengatasi kondisi overload dan kemacetan di berbagai wilayah Badung. Ini merupakan langkah cerdas dan berani dari Pak Bupati yang tanggap terhadap persoalan daerah,” kata Demer dalam keterangannya, Sabtu (01/08/2026).
Anggota Komisi VI DPR RI dari Daerah Pemilihan Bali itu menilai, pembangunan dua infrastruktur tersebut akan memberikan dampak positif terhadap daya dukung dan keberlanjutan masa depan pariwisata Bali, khususnya di wilayah Badung.
Menurut wakil rakyat yang sudah lima periode berjuang di DPR RI itu, infrastruktur yang memadai akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas sehingga memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.
Demer meyakini, peningkatan kualitas infrastruktur akan menjadi salah satu fondasi penting bagi Bali untuk mengembangkan pariwisata berkualitas (quality tourism) yang semakin kompetitif. Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Bali.
“Kami sebelumnya sangat khawatir terhadap menurunnya keinginan orang untuk berwisata ke Bali karena persoalan kemacetan sudah menjadi isu viral, bahkan menjadi perhatian nasional dan internasional. Namun, dengan langkah berani, cerdas, dan tanggap dari Bapak Bupati Badung, tentu kekhawatiran kami berkurang. Golkar sangat mengapresiasi kepemimpinan Bapak Bupati Adi Arnawa,” tegas wakil rakyat berlatar belakang pengusaha sukses dan mantan Ketua Umum Kadin Bali itu.
Demer berharap pembangunan kedua proyek strategis tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Demer menegaskan, Partai Golkar siap memberikan dukungan terhadap keberhasilan program pembangunan infrastruktur tersebut.
Menurutnya, pembangunan JLS dan shortcut merupakan bentuk penganggaran yang tepat sasaran melalui APBD. Kedua proyek itu dinilai mampu memberikan dampak luas, tidak hanya dalam mengatasi persoalan kemacetan, tetapi juga dalam memperkuat infrastruktur pendukung pariwisata dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
“Inilah yang menjadi kewajiban Pemda Badung dengan penganggaran yang tepat saat ini untuk memperbaiki infrastruktur pendukung pariwisata yang sudah sangat berat. Jadi, Golkar sangat mendukung program Pak Bupati yang benar-benar menyentuh masyarakat luas,” pungkas politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng itu.
Ground Breaking Dua Proyek
Sebelumnya, ground breaking dua proyek infrastruktur strategis tersebut dilakukan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, serta Sekda Badung I.B. Surya Suamba.
Prosesi pembangunan ditandai dengan penekanan tombol sirine di lokasi pembangunan JLS Segmen 4 (Labuan SaitโPedati) dan trase jalan Pura KulatโLabuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Senin (27/07/2026).
Dalam laporannya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan jaringan jalan ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Badung untuk membangun sistem konektivitas wilayah yang terintegrasi.
โPengembangan koridor di Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta Utara dirancang membentuk jaringan jalan yang saling terhubung. Infrastruktur ini akan menghadirkan jalur alternatif, mengurangi beban lalu lintas pada ruas utama, serta meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan permukiman, pusat pelayanan publik, destinasi pariwisata, hingga sentra pertumbuhan ekonomi,โ jelasnya.
Bupati menjelaskan, tahap awal pembangunan pada tahun 2026โ2027 meliputi Jalan Lingkar Selatan beserta penataan Simpang Siligita dengan total panjang 10,89 kilometer, serta pembangunan Jalan SemerโTeuku Umar Barat sepanjang 4,77 kilometer. Seluruh proyek tersebut didukung investasi lebih dari Rp2,9 triliun.
Menurut Adi Arnawa, pembangunan jalan tidak hanya menjawab persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan Badung dalam jangka panjang.
โKalau jaringan jalan ini sudah selesai dibangun, secara umum wilayah Badung akan dilintasi jalan-jalan besar yang saling terkoneksi. Saya yakin daya dukung pariwisata kita akan semakin meningkat, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, dan pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat,โ ujarnya.
Pembangunan dua proyek ini diharapkan menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem konektivitas yang lebih baik di Badung sekaligus memperkuat fondasi pariwisata Bali agar semakin nyaman, berkelanjutan, dan berdaya saing. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar