RUZKA INDONESIA — Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sertifikat TOEFL untuk keperluan studi, beasiswa, maupun karier, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) angkatan 2023 mengembangkan Tofly, platform persiapan TOEFL ITP berbasis kecerdasan buatan (AI).
Platform ini dirancang untuk menganalisis kemampuan pengguna dan memberikan rekomendasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Tofly dikembangkan oleh Farrel Reksa sebagai Chief Executive Officer (CEO), Yahya Ayyas sebagai Chief Technology Officer (CTO), Asyer Samuel sebagai Chief Information Officer (CIO), dan Hubban Syadid sebagai Chief Marketing Officer (CMO).
Dalam proses pengembangan produk dan bisnis, tim memperoleh pendampingan dari dosen Fasilkom UI, Dr. Panca Hadi Putra, yang memberikan arahan dalam penyempurnaan strategi bisnis, pengembangan produk, serta pemanfaatan teknologi AI.
Gagasan membangun Tofly berangkat dari pengalaman pribadi para pendirinya yang menilai proses belajar TOEFL selama ini masih identik dengan buku latihan yang tebal, biaya kursus yang relatif tinggi, serta minimnya umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Kondisi tersebut mendorong tim untuk menghadirkan platform pembelajaran yang lebih personal, praktis, dan mudah diakses melalui pemanfaatan teknologi AI.
Farrel Reksa, CEO sekaligus salah satu pendiri Tofly, mengatakan bahwa platform ini dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut.
โDulu kami harus les atau membeli buku tebal untuk belajar TOEFL. Prosesnya terasa membosankan dan tidak memberikan umpan balik yang benar-benar sesuai dengan kelemahan masing-masing. Dengan latar belakang kami di bidang teknologi informasi dan perkembangan AI yang semakin pesat, kami melihat peluang untuk membangun platform belajar yang lebih personal, praktis, dan terjangkau,โ ujar Farel dalam siaran pers yang diterima, Selasa (28/07/2026).
Fondasi Utama
Teknologi AI menjadi fondasi utama dalam pengembangan Tofly. Sistem yang dibangun mampu menganalisis hasil belajar pengguna, mengidentifikasi kelemahan pada setiap bagian tes, kemudian menghasilkan rekomendasi latihan dan pembelajaran yang dipersonalisasi.
Pendekatan tersebut memungkinkan setiap pengguna memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif sesuai kemampuan dan target skor masing-masing.
Platform ini menghadirkan empat fitur utama. Seluruh fitur tersebut didukung materi yang disusun mengikuti format TOEFL ITP. Pertama, personalisasi berbasis AI yang menyediakan latihan tata bahasa (grammar) dan pembahasan interaktif melalui fitur percakapan (chat).
Kedua, ekosistem pembelajaran yang terdiri atas workshop mingguan gratis dan materi Video on Demand.
Ketiga, sistem evaluasi melalui Weekly Try Out dan Progress Tracking sehingga pengguna dapat memantau perkembangan skor secara berkala.
Keempat, mekanisme gamifikasi melalui fitur Daily Streak dan Progress Badge untuk membantu pengguna membangun konsistensi belajar setiap hari.
Inovasi yang dikembangkan Tofly telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Pada 2026, startup ini berhasil menjadi penerima pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Selain itu, Tofly juga meraih penghargaan Best Pitch pada Bandung Startup Pitching Day, sebuah ajang yang mempertemukan startup inovatif dengan mentor, investor, dan pelaku industri.
Kedua pencapaian tersebut mencerminkan komitmen mahasiswa UI dalam menghadirkan inovasi berbasis riset dan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pengembangan Tofly, pemanfaatan kecerdasan buatan diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran bahasa Inggris sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang pendidikan dan karier. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar