Tahun ini, ajang tersebut diikuti 381 peserta dari 93 negara, terdiri atas 87 negara peserta dan enam negara observer.
RUZKA INDONESIA–Tim nasional Indonesia meraih lima medali pada Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) 2026 di Bucaramanga, Kolombia.
Berdasarkan keterangan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Indonesia meraih satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
Medali emas diraih Evan Syatia To dari SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten.
Medali perak diraih Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya Jakarta dan Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta.
Medali perunggu diraih Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta, dan Juan Richie dari SMAS Kristen Immanuel Pontianak, Kalimantan Barat.
IPhO merupakan kompetisi fisika tingkat internasional bagi siswa sekolah menengah atas. Tahun ini, ajang tersebut diikuti 381 peserta dari 93 negara, terdiri atas 87 negara peserta dan enam negara observer.
Kompetisi meliputi ujian eksperimen dan teori yang masing-masing berlangsung selama lima jam dengan materi mekanika, termodinamika, fisika statistika, elektromagnetik, optik, fisika modern, dan fisika kuantum.
Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Tatang Budie Utama Razak, menekankan pentingnya memperluas kesempatan bagi talenta muda Indonesia menyusul keberhasilan tim nasional meraih lima medali pada Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) 2026 di Kolombia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota mendukung Tim Olimpiade Indonesia yang mengikuti IPhO ke-56 di Kolombia yang digelar pada 4-12 Juli 2026.
“Pendidikan harus menjadi prioritas agar talenta Indonesia terus berkembang, berkompetisi di tingkat internasional, dan mengharumkan nama bangsa,” kata Tatang, Senin (13/07).
Ia mengaku bangga atas prestasi para siswa tersebut dan berharap pemerintah terus memberikan apresiasi terhadap pencapaian mereka.
“Semoga semakin banyak putra-putri Indonesia yang meraih prestasi di tingkat internasional dan membanggakan bangsa,” ujarnya.(***)
Editor: Amiruddin






Komentar