RUZKA INDONESIA — Pemanfaatan teknologi eye tracker untuk membantu mengevaluasi hasil perawatan ortodonti menjadi salah satu topik yang dibahas oleh Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), Prof. Dr. drg. Krisnawati, Sp.Ort., Subsp. D.Dkf.D.K., pada The 8th MU Ortho Symposium: The Avant-Garde yang diselenggarakan oleh Mahidol University di Bangkok, Tailan, pada 17–20 Juni 2026.
Dalam presentasinya yang berjudul Evaluating Orthodontic Treatment Using Eye Tracker, Prof Krisnawati menjelaskan bagaimana teknologi eye tracker dapat dimanfaatkan untuk memahami
pola perhatian visual seseorang saat menilai hasil perawatan ortodonti.
Pendekatan ini diharapkan dapat melengkapi proses evaluasi dengan memberikan informasi yang lebih objektif terhadap aspek estetika.
“Teknologi eye tracker dapat memberikan gambaran mengenai area yang paling diperhatikan saat seseorang menilai hasil perawatan ortodonti. Informasi ini dapat menjadi dasar yang lebih objektif dalam memahami persepsi estetika serta membantu metode evaluasi yang lebih komprehensif,” ujar Prof. Krisnawati dalam siaran pers yang diterima, Selasa (07/07/2026).
The 8th MU Ortho Symposium: The Avant-Garde menghadirkan pakar ortodonti dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Amerika Serikat, India, Vietnam, Tailan dan Indonesia.
Forum ini menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan hasil penelitian, serta membahas perkembangan terbaru dalam bidang ortodonti.
Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D., PBO, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Krisnawati untuk berbagi keilmuan pada forum internasional tersebut.
Menurutnya, partisipasi dosen FKG UI dalam kegiatan ilmiah berskala global menunjukkan pengakuan terhadap kualitas akademik yang dimiliki sivitas akademika FKG UI sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Kepercayaan yang diberikan kepada dosen FKG UI untuk menjadi pembicara pada forum internasional menunjukkan kualitas dan pengakuan terhadap kompetensi akademik yang dimiliki sivitas akademika FKG UI. Kami berharap partisipasi ini semakin memperkuat peran FKG UI dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi di tingkat global serta membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas,” ujar Prof. Lisa.
Partisipasi Prof. Krisnawati pada simposium tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi FKG UI dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi di tingkat internasional.
Melalui keterlibatan aktif dalam forum ilmiah global, FKG UI terus memperluas jejaring akademik, mendorong kolaborasi penelitian, dan mendukung kemajuan pendidikan serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar