RUZKA INDONESIA — Dalam sebuah negara demokrasi yang sehar, oposisi suatu keniscayaan. Kritik bukan dianggap nyinyir tapi bagian dari kehidupan berdemokrasi.
Hal tersebut terungkap dalam pernyatan Prof Maswadi Rauf sebagai penguji utama disertasi Amri Yusra pada Program Doktor Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) di Kampus UI Depok, Kamis (02/07/2026).
Amri Yusra dalam penelitiannya menemukan bahwa oposisi PKS tidak dapat dipahami semata-mata sebagai posisi partai di luar pemerintahan. Oposisi diartikan sebagai oposisi selektif.
Oposisi tetap penting karena menjaga ruang kritik, mendokumentasikan perbedaan pendapat (dissent), memperkaya deliberasi publik, dan memberi rakyat alternatif pandangan terhadap kebijakan negara.
Kritik Bagi Pemerintah Hal yang Wajar
Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Pradi Supriatna yang hadir dalam disertasi Program Doktor Amri Yusra menanggapi, bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, asalkan disampaikan secara elegan dan konstruktif.
Pradi mengaku hadir dalam sidang disertasi tersebut sebagai bentuk dukungan kepada sahabatnya, sekaligus untuk menambah wawasan.
Menurutnya, kajian yang dipaparkan bersifat ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
“Kondisi perpolitikan di lapangan memang naik turun. Namun sebagai sahabat, tentu saya hadir karena ini kajian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Jadi saya juga menambah wawasan dengan hadir di sini,” jelasnya.
Lanjut Pradi, materi yang dipaparkan dalam disertasi tersebut menyinggung soal oposisi serta kritik-kritik yang membangun dan konstruktif berdasarkan kajian keilmuan.
Kritik semacam itu justru dibutuhkan sebagai penyeimbang dalam berjalannya roda pemerintahan.
“Kritik-kritik yang membangun, yang konstruktif, dengan berangkat dari kajian keilmuan, itu tentu kita butuhkan sebagai penyeimbang. Kita tidak boleh alergi terhadap hal itu, karena ini negara demokrasi,” terang mantan Wakil Wali Kota Depok ini.
Pradi menilai, apa yang dipaparkan dalam disertasi tersebut sejalan dengan fakta yang ada di lapangan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang terbuka terhadap perbedaan pandangan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa cara penyampaian kritik tetap harus dijaga.
“Fakta memang demikian, ini negara demokrasi. Tapi sekali lagi, harus disampaikan dengan elegan,” tegas Ketua Partai Gerindra Depok ini.
Disinggung soal pentingnya oposisi dalam sistem demokrasi, Pradi menyebut Presiden saat ini justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan saran, termasuk dari kalangan akademisi.
Ia mencontohkan masukan dari para profesor yang belakangan disampaikan kepada pemerintah.
“Presiden saat ini benar-benar butuh dan welcome terhadap kritik dan saran. Kemarin pun para akademisi, profesor-profesor, memberikan masukan berupa ide dan gagasan yang positif. Saya rasa ini menunjukkan keterbukaan, termasuk di Depok,” ungkap Pradi.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa apa yang disampaikan dalam forum akademik tersebut mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
“Saya rasa apa yang disampaikan hari ini memang sesuai fakta di lapangan,” pungkas Pradi. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar