RUZKA INDONESIA โ Presiden RI Prabowo Subianto mengaku mengetahui dalang yang membayar ataupun mengalirkan uang untuk mengerahkan demonstrasi.
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga berpendapat bahwa informasi presiden tersebut tentu menguatkan dugaan selama ini adanya demonstrasi bayaran. Namanya bayaran tentu ada dalang di belakangnya yang menyiapkan finansial.
“Demonstrasi bayaran itu tentu merusak demokrasi. Sebab, mereka berdemonstrasi bukan karena ingin menyampaikan dan memperjuangkan aspirasinya, tapi untuk menyampaikan aspirasi orang atau dalang yang membayarnya. Itu artinya, sang dalang memperalat orang demi mewujudkan keinginannya. Demonstran yang dibayar berjuang bahkan kerap memaki-maki orang atau lembaga tertentu untuk mewujudkan motif sang dalang,” ungkap Jamil kepada RUZKA INDONESIA, Kamis (25/06/2026) malam.
Menurutnya, demonstrasi itu tentu berharap agar terbentuk pendapat umum tertentu terhadap orang atau lembaga tertentu. Celakanya, pendapat umum yang terbentuk dengan demo bayaran pada umumnya palsu.
“Pendapat umum yang palsu tentu akan berpengaruh pada kebijakan yang diambil pemerintah. Akibatnya, kebijakan yang diambil pemerintah bukan mengatasi persoalan demonstran, tapi mewujudkan aspirasi sang dalang. Kebijakan seperti itu tentu tidak tepat sasaran. Hal itu akan berpengaruh terhadap minimnya efektifitas kebijakan yang diambil pemerintah,” lanjut mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.
Jamil menekankan, mengingat dampaknya sangat besar dalam kehidupan berdemokrasi, maka selayaknya para dalang demonstran ditindak. Mereka ini sudah merusak dan memporak-porandakan pendapat umum.
Padahal, lanjut Jamil, pendapat umum menjadi pedoman utama bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan. Setidaknya itu yang diamanahkan demokrasi.
“Karena itu, dalam demokrasi diminta untuk menggunakan pendekatan bottom-up. Ini artinya, kebijakan diambil bertolak dari aspirasi rakyat,” imbuhnya.
Tentu aspirasi yang dimaksud memang ril berkembang di tengah rakyat. Aspirasi itu bukan rekaan dari dalang yang didengungkan melalui demonstran bayaran.
“Jadi, Presiden Prabowo kiranya tak cukup hanya sebatas mengetahui dalang yang membayar demonstran. Prabowo juga selayaknya menindak para dalang tersebut karena sudah merusak demokrasi,” tandasnya. (***/Jie)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com






Komentar