RUZKA INDONESIA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan keamanan data pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Masyarakat khususnya pelaku usaha tidak perlu khawatir dalam memberikan informasi karena seluruh data dijamin kerahasiaannya.
โKami sangat mengharapkan keterbukaan dan menjawab dengan baik dan jujur ketika ditanya. Dan itu kami jamin dari sisi kerahasiaannya,โ ujar Kepala BPS, Margaretha Ari Anggorowati
Menurutnya, data yang dikumpulkan murni untuk kepentingan statistik dan tidak akan terhubung dengan kepentingan lain.
โData itu kami jamin kerahasiaannya, tidak terhubung dengan apa pun. Ini murni data statistik,โ tegasnya.
Dalam SE2026, BPS akan mengumpulkan berbagai variabel penting terkait usaha, mulai dari identitas hingga kondisi ekonomi dan sosial.
Pada aspek usaha, data yang dihimpun meliputi nama dan alamat perusahaan, NIB, status badan usaha, sektor dan produk usaha, serta jaringan usaha.
Sementara itu, karakteristik usaha mencakup jumlah tenaga kerja, penggunaan internet, aktivitas usaha, hingga aspek legalitas seperti sertifikat halal, izin BPOM, dan keterlibatan dalam program pemerintah maupun koperasi.
Dari sisi ekonomi, pelaku usaha akan diminta melaporkan pengeluaran, pendapatan tahun 2025, serta nilai aset per 31 Desember 2025.
Selain itu, pendataan juga mencakup kondisi sosial keluarga, seperti perumahan, kepemilikan aset, dan anggota keluarga.
โNanti ada skala usaha, seluruh aset, pendapatan, modal, itu semua akan tercatat sebagai karakteristik ekonomi,โ jelasnya.
Ia menekankan, keterbukaan pelaku usaha menjadi kunci dalam menghasilkan data yang akurat guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
โSangat penting, bayangkan target delapan persen itu akan kita dapat dari semua data pelaku usaha. Kalau tidak terbuka, maka data yang kita dapatkan tidak akan jelas,โ pungkasnya. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar