Galeri
Beranda ยป Berita ยป 22 Januari Iwan Fals, Tanggal Kesetiaan dan Keberkahan

22 Januari Iwan Fals, Tanggal Kesetiaan dan Keberkahan

22 Januari karya Iwan Fals. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Lagu lawas karya musisi legendaris Iwan Fals yang satu ini tentang kisah janji kesetiaan dengan istrinya, Rossana yakni 22 Januari.

Lirik lagu yang cukup romantis, menceritakan kekaguman dan momen awal hubungan yang manis, menjadi lagu cinta yang tulus apa adanya.

Pada 22 Januari Iwan Fals mengucapkan janji kesetiaan di hari pernikahannya serta menjadi tanggal bersejarah karena anak-anaknya juga lahir di bulan Januari, menjadikannya bulan penuh keberkahan bagi pria kelahiran Jakarta 3 September 1961 ini.

Dirilis dalam album Sarjana Muda pada tahun 1981, lagu 22 Januari” merupakan salah satu tembang romantis legendaris yang hingga kini masih dikenang oleh banyak penggemarnya.

Iwan Fals yang cukup dikenal dengan lagu-lagu kritik sosialnya itu, ternyata juga cukup piawai menciptakan lagu yang mengungkapkan perasaan universal tentang cinta sejati yang dapat menginspirasi siapa saja yang mendengarkannya.

BPI Perkuat Ekosistem Perfilman: Gandeng Eagle Institute untukTalenta Dokumenter, Fasilitasi Diskusi Pelestarian Arsip Film Indonesia

Lagu 22 Januari bukan sekadar lagu, melainkan sebuah kenangan dan janji setia yang tak lekang oleh waktu.

Berikut ini lirik lagu berjudul 22 Januari karya Iwan Fals:

22 Januari, kita berjanji

Coba saling mengerti apa di dalam hati

22 Januari, tidak sendiri

Menua Tanpa Menjadi Lemah: Menemukan Kedamaian dan Vitalitas Senja Melalui Meditasi Kesadaran

Aku berteman iblis yang baik hati

Jalan berdampingan, tak pernah ada tujuan

Membelah malam, mendung yang s’lalu datang

Kudekap erat, kupandang senyummu

Dengan sorot mata yang keduanya buta

Filosofi Orang Kampung, Kisah Tentang Si Doel Anak Sekolahan

Lalu kubisikkan

Sebaris kata-kata

Putus asa

S’bentar lagi hujan

Dua buku teori, kaupinjamkan aku

Tebal, tidak berdebu, kubaca s’lalu

Empat lembar fotomu dalam lemari kayu

Kupandang dan kujaga sampai kita jemu

Jalan berdampingan, tak pernah ada tujuan

Membelah malam, mendung yang s’lalu datang

Kudekap erat, kupandang senyummu

Dengan sorot mata yang keduanya buta

Lalu kubisikkan

Sebaris kata-kata

Putus asa

S’bentar lagi hujan

(***)

Jurnalis: Ruzka Azra Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom