Nasional
Beranda ยป Berita ยป Wawancara Khusus Wakil Ketua BEM UI 2026 Fatimah Azzahra Thalib dengan Radio Silahturahim

Wawancara Khusus Wakil Ketua BEM UI 2026 Fatimah Azzahra Thalib dengan Radio Silahturahim

Wakil Ketua BEM UI 2026 Fatimah Azzahra Thalib. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Namanya, Fatimah Azzahra Thalib, menjadi perhatian publik saat aksi demo dan perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026 itu menuai pujian, dinilai argumentasinya lugas, terstruktur dan mampu mewakili keresahan masyarakat.

Berikut Wawancara Khusus dengan Radio Silahturahim (Rasil):

Rasil: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar Fatimah?

Fatimah: Waalaikumsalam. Alhamdulillah, baik.

Rasil: Baik, ya Masya Allah. Saya dengar Fatimah, Jumat lalu ini ada di lapangan, ya. Tidak bisa sholat Jumat, Anda berorasi cukup naratif, sepertinya.

Kritik Program MBG, Mahasiswa Tantang Wamentan Diskusi Terbuka

Apa yang diresahkan sebenarnya oleh teman-teman dan ada apa di balik layar sana? Sebagai ketua badan eksekutif mahasiswa, wakil ya, wakil ketua badan ini, tentu banyak cerita, diskusi tentang bangsa ini.

Nah, saat inilah Anda didengar di 26 negara dan dari Aceh sampai Banyuwangi, radio ini menyiarkan siaran pagi hari ini.

Apa yang Anda kritik? Tadi kita sudah bincang dengan Bang Abdullah tentang Amar Ma’ruf Naimungkar, resiko-resikonya.

Apakah Anda sudah pelajari bersama teman-teman? Mungkin kami ingin dengar di balik ini dan keresahan apa, selain urusan BGN dan lain-lain terhadap kegiatan para pemimpin bangsa ini. Silakan, Fatimah Azzahra.

Terkait Demonstrasi

Fatimah: Luar biasa, sebuah kehormatan bisa berbicara di Radio Rasil ini.

Kemnaker dan Ubhara Jaya Teken MoU, Siapkan SDM Siap Kerja Berdaya Saing Global

Sebelumnya, terkait demonstrasi hari Jumat lalu, dari kami sebetulnya yang paling meresahkan adalah ketika kami dihadang secara tiba-tiba.

Karena kami sudah mengirimkan pemberitahuan bahwa kami akan aksi, namun tiba-tiba dihadang. Dan dihadangnya itu berkali-kali dan dalam berbagai rute.

Setelah kita mencari rute lain, masih dihambat lagi, dihambat lagi. Dan memang kita berangkat dari kampus pukul 10, sehingga laki-laki yang muslim harus berhenti dulu untuk Jumatan sebelum kita melanjutkan aksi. Dan rencananya memang kita akan Jumatan di sekitar Dukuh Atas.

Tapi karena diblokir, ya sudah akhirnya kita belok-belok dan mencari tempat untuk bisa Jumatan dan Alhamdulillah ketemu dan Alhamdulillahnya masih sempat.

Tapi kita sangat kecewa karena aparat yang menjaga ini kita tidak tahu apa alasannya mereka harus menghambat jalan dari jauh sampai kita harus muter-muter dan kesannya kayak tidak mempertimbangkan aspek bahwa kita ini harus beribadah juga.

Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, Targetkan 20 Ribu Peserta

Apa yang diresahkan? Apa ide-ide yang berlangsung selama demo dan isu apa yang diangkat diantara keadaan bangsa ini? Sebetulnya dari mahasiswa itu merasa ada beberapa hal yang tidak dipertimbangkan secara matang mungkin sebelumnya oleh pemerintahan hari ini.

Saya paham bahwa mereka sudah menjelaskan beberapa kali terkait pemborosan APBN bahwa mereka menganggap itu tidak boros, bahkan ada yang bilang sudah hemat 300 triliun.

Tapi kenyataannya kita melihat uang banyak sekali dihabiskan sehari-hari itu untuk program-program yang kita rasa tujuan ini kurang ajeg.

Tujuan ini masih sangat gamang, awalnya tujuannya A, tiba-tiba B, misalkan seperti MBG awalnya stunting, tiba-tiba berganti alasan jadi ekonomi.

Tapi setelah dilihat realitanya, juga tujuan ekonomi yang disebut tidak tercapai jadi kita merasa pemborosan ini juga terkait dengan bagaimana negara menghabiskan uang sebegitu banyak untuk program-program yang tujuan dan konsepnya itu masih belum saklek, belum jelas nah ini sangat mengkhawatirkan.

Kemudian juga adanya militerisme di ranah sipil yang kita harap bisa dihentikan, bahkan ironisnya ketika kita sedang menuntut hal itu hal itu juga yang dipertontonkan pada kita, dengan ada TNI yang ikut turun untuk menjaga demonstrasi tersebut yang pertama kali dilakukan setelah reformasi. Sehingga ini juga menjadi begitu ironis.

Nah tapi, dari berbagai tuntutan ini, sebenarnya bermuara pada tuntutan terakhir kita, yaitu tentang bagaimana sikap Pak Prabowo sebagai Presiden.

Menurut kita persoalan ini sebetulnya juga dilandasi oleh bagaimana Pak Prabowo sebagai Presiden memimpin negara dan memimpin program-program yang menjadi unggulan dan ide-ide Pak Prabowo sendiri.

Sikap Prabowo Anti Kritik

Rasil: Seperti itu ada singgungan Fatimah tentang sikap Prabowo yang kayaknya agak anti kritik ya, karena nanti dituduh nyinyir atau antek asing.

Dan, apa apa yang ingin Fatima ingatkan, kalau mungkin ada orang di lingkungan Pak Prabowo yang dengar, bisa didengar langsung sebenarnya apa yang mahasiswa ini inginkan dari seorang pemimpin sekelas Prabowo Subianto ini.

Fatimah: Oke, sebelumnya sebenarnya yang paling kita inginkan tentunya, kita ingin punya Presiden yang gentleman.

Ketika ada satu hal, yang dia paham bahwa oke ini aspirasi masyarakat dan mungkin ada benarnya bisa dipertimbangkan, Pak Prabowo bisa gentle harusnya, untuk mengakui bahwa oke ini ada kedala ABCDE maka solusi yang akan kita terapkan adalah ABCDEFG seperti itu sebenarnya.

Dan, menurut kita seharusnya tidak sulit untuk seorang Presiden bahkan orang-orang yang membantunya sangat banyak.

Jadi sebenarnya, Presiden tidak harus memikirkan segala hal itu sendiri tapi Presiden itu harus menjadi spokesperson untuk rakyat juga, terutama dalam hal-hal yang tuntutannya itu tinggi seperti MBG.

Ini kan kita melihat tuntutannya tinggi di masyarakat, perbincangannya ramai sekali sehingga tidak bisa menurut kita Presiden terus-menerus menyerahkan komunikasi publik ini pada orang-orang yang tidak dipilih oleh rakyat.

Kadang rakyat itu juga ingin Presiden sendiri yang dia pilih yang ketika pemilihan belusukan kemana-mana, ya sekarang ketika sudah di atas sana, di kursi kepemimpinan juga bisa menyapa rakyat-rakyatnya dengan cara menjawab keresahan-keresahannya secara langsung seperti itu sebetulnya.

Teror

Rasil: Fatimah dalam aktivitas ini, Anda sebagai mahasiswa kan sudah banyak nih sekarang ada tandingan paradoks apa ya, ada member satu dan lain-lain, ada yang pergi ke Pak Wapres ada yang pergi ke Solo macam-macam.

Juga ada apa ya, orang bilang doxing atau apa ya, perundungan terhadap para aktivis, apakah terjadi sama lingkungan teman-teman atau Fatima sendiri?

Fatimah: Kalau kepada saya terjadinya sebenarnya cukup lama ketika saya baru terpilih di awal tahun memang ada semacam teror ya, dikirim paket kemudian whatsapp ayah saya tuh sempat dihack untuk mengirim pesan-pesan ancaman dan sebagainya.

Tapi itu sudah berlalu sih dan kalau kepada saya pribadi dan teman-teman di UI so far belum ada lagi, tapi saya rasa ini masih terjadi di udara-udara lain, seperti itu.

Rasil: Kedepan Fatimah, ini kan banyak rencana, nampaknya tidak sebentar, dan Pak Prabowo nampaknya sudah entah ya mungkin akibat dari narasi Dino Patijalal, tidak jadi pergi ke Rusia nampaknya tidak tidak mudah bukan hal yang sepele keadaan bangsa ini apa yang direncanakan?

Program-program apa ke depan yang menjadi harapan bangsa ini kan biasanya di mahasiswa, apakah itu disadari juga oleh mahasiswa?

Fatimah: Dari kami, sebetulnya kami sedang mendiskusikan secara cukup intens, kira-kira kita akan melakukan ide-ide apa lagi terkait aspirasi kita.

Karena sebetulnya juga kita sebagai mahasiswa ini, merasa bahwa tugas utama kita sebenarnya adalah menyampaikan keresahan kita sebagai bagian dari rakyat itu sendiri, sehingga yang kita inginkan adalah supaya keresahan rakyat ini bisa mengudara dengan baik.

Sehingga bisa didengar secara lebih komprehensif dan lebih jelas, sehingga kita memikirkan kira-kira kita akan melakukan apa lagi untuk bisa menjaga pembahasan-pembahasan ini supaya tidak redup lalu padam.

Pembahasannya karena biasanya seperti itu kan ini yang kita khawatirkan, karena kalau seperti itu atensi dari pemerintah akan hilang lagi kita harus membuat atensi dari awal lagi.

Sebetulnya menurut saya untuk Pak Prabowo, apabila Pak Prabowo merasa resah sampai membatalkan ke Rusia, menurut saya ini saat yang tepat untuk Pak Prabowo hadir, bicara kepada rakyatnya tentang segala dinamika yang terjadi ini.

Saya rasa itu akan cukup menenangkan rakyat kok, kalau seandainya dikatakan oleh Pak Prabowo itu sesuai, be gentleman dan juga memahami betul keresahan rakyat, bukan dengan bantahan.

Atau di awalnya ya saya memahami rakyat begini-begini, tapi hati-hati antek asing di akhirnya. Ucapan itu membuat rakyat merasa jadi batal empati, dari Presiden jadi batal, ketika di akhirnya ada tuduhan itu.

Saya rasa ini momen yang tepat untuk Pak Prabowo, jadi bila ada orang-orang yang dekat dengan Pak Prabowo yang mendengar radio ini, mungkin bisa titip saran juga ke Pak Prabowo seperti itu.

Harapan Didengar Presiden Prabowo

Rasil: mudah-mudahan didengar ya. Sebagai mahasiswi kedokteran dan juga kejiwaan terhadap bangsa ini Fatimah pernah men-survey keadaan bangsa ini kesehatannya maupun kesehatan jiwanya.

Banyak orang bilang kita sedang menghadapi di lingkungan kita ini bukan orang-orang yang baik-baik saja jiwanya, karena luar biasa keadaannya, bagaimana Fatima melihatnya ini?

Fatimah: Dari apa yang saya tahu sejauh ini adalah dari dosen-dosen saya sebetulnya, karena mereka yang secara aktif dengan metodologi yang paling oke untuk melakukan semacam survei dan penelitian secara nasional, kira-kira apa yang terjadi, dan memang sebetulnya aspek kesehatan itu menjadi sangat perlu untuk ditingkatkan.

Sebetulnya hari-hari ini banyak sekali penurunan apa ya, penurunan fasilitas yang bisa didapatkan oleh masyarakat yang sebetulnya mempersulit, seperti misalkan BPJS,

BPJS itu ternyata, sekarang mereka itu hanya bisa memilih satu apa ya, satu pembiayaan seandainya mereka punya anak anak mereka misalkan mengalami down syndrome atau sebagainya, mereka harus bukan cuma ke aspek tentang mental kan, tapi juga rehabilitasi fisik dan sebagainya.

Tapi dengan sistem BPJS yang terbaru ini mereka hanya bisa pilih satu, mau perbaiki mental kejiwaan atau mau fisik, sehingga orang tua ini menjadi bingung, sisanya mereka jadi harus bayar sendiri dan sebagainya. Nah ini sebenarnya sangat mengkhawatirkan, belum lagi pelayanan.

BPJS itu yang kalau seandainya kita tahu ya itu kan antrinya banyak sekali sehingga orang tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk bicara dengan dokter, meskipun dokternya ingin bicara sekalipun secara panjang.

Tapi sistemnya membuat dia tidak bisa gitu, karena antriannya begitu panjang dan sebagainya, jadi itu sangat mengkhawatirkan.

Nah, ini yang sebenarnya kita pikirkan kalau seandainya ada kita bayangkan satu keluarga kecil ya disitu misalkan anak mereka datang ke sekolah dapet MBG sekali sehari pulang, tapi melihat ibunya itu kalau sakit, dia susah pakai BPJS.

Itu kan tetap saja, apakah semangat dari anak ini untuk sekolah akan naik dengan MBG ketika ada hal-hal lain di rumahnya yang tidak terpenuhi.

Nah, ini yang sebenarnya kita khawatirkan jangan sampai kita salah menentukan prioritas dan cara-cara untuk menyelesaikan satu hal.

Apakah ketika ada anak kelaparan, kita berikan makan setiap hari atau kita perbaiki ekonomi, supaya orang tuanya bisa memberikan anak makan 3 kali sehari

Cita-cita Masa Depan Indonesia

Rasil: Cantolan atau potret negeri mana, kalau kita bisa lihat, India, Kuba, atau Iran, atau ya kalau Iran udah lah, nanti kita dituduh macam-macam, tapi kan banyak negeri-negeri yang bisa menyelesaikan masalah kesehatan, pendidikan, atau apanya.

Apakah pernah Fatimah lihat menjadi sebuah potret atau ada cita-cita Fatimah sendiri untuk masa depan Indonesia?

Fatimah: Cita-cita saya sebetulnya mungkin sesungguhnya ya, tidak jauh dari cita-cita Pak Prabowo juga.

Sebagai presiden Pak Prabowo kan cita-citanya ingin tidak ada anak kelapar tidak ada anak yang putus sekolah dan sebagainya.

Saya juga berharap yang sama gitu, terutama sebagai anak muda yang baru kemarin lulus SMA dan baru masuk kuliah selama 3 tahun jadi saya masih sangat merasa dekat dengan adik-adik SMA dan sebagainya.

Jadi tentu saya juga menginginkan hal yang sama, tapi hal yang paling saya inginkan lagi sebetulnya adalah bahwa mereka itu bisa makan bukan karena dapat dari sekolah yang hanya 1 kali sehari, saya ingin orang tua mereka mampu memberikan mereka makan 3 kali sehari saya ingin bukan hanya anak-anaknya yang bisa makan bergizi di sekolah, tapi keluarganya juga di rumah.

Saya ingin mereka bisa makan enak itu bukan hanya di sekolah dengan teman-temannya tapi juga di rumah dengan keluarganya secara lengkap.

Saya ingin mereka bisa melihat orang tua mereka itu apa ya, segar, bugar, sehat, kalau sakit ada solusi tidak perlu pusing.

Nah, itu sebenarnya yang saya inginkan, saya rasa hal seperti itu, sejauh ini saya yang masih mahasiswa ya, mungkin nanti orang-orang lain bisa menyempurnakan tapi saya rasa mimpi seperti itu hanya bisa diselesaikan dengan solusi-solusi yang sistematik terhadap semua orang, mungkin dari aspek ekonomi dan sebagainya.

Bukan hanya dengan memberikan nasi itu langsung kepada anak-anak itu sekali sehari tapi kan ada mekanisme supaya mereka keluarganya bisa hidup dengan normal.

Doakan Kondisi Bangsa Indonesia

Rasil: Luar biasa ini banyak cita-cita bangsa kita dan nampaknya negeri yang luar biasa kaya ini bisa! Apakah itu disadari juga? Bsa sebenarnya, kalau mau, bukan begitu Fatima?

Fatimah: Betul, betul, setuju!

Rasil: Apa kalimat terakhir menjelang 15 menit kita berbincang nih, Silahkan Fatimah, sebagai closing statement untuk pendengar Radio Silahturahim (Rasil)

Fatimah: Siap! Kepada seluruh teman-teman mahasiswa, ya mungkin yang saat ini juga sedang ramai diperbincangkan keberpihakannya, karena ada beberapa kelompok mahasiswa yang mungkin punya pandangan berbeda.

Saya ingin katakan juga bahwa tidak apa-apa, karena demokrasi menjamin itu, dan kita yang juga ingin menjaga demokrasi itu tetap hidup dan saya berharap kita bisa berpendapat bersama-sama dengan sains yang mendukung.

Jadi, kita tidak apa-apa beda pendapat, sebetulnya yang penting ada alasan, ada argumentasi yang logis, yang bisa kita terima sehingga diskusi itu menjadi berbobot dan ada maknanya gitu,

karena demokrasi itu seharusnya kita maknai dengan perdebatan yang ada isinya, bukan hanya perdebatan yang ada kepentingannya, seperti itu!

Nah, itu sih yang kita harapkan kepada seluruh mahasiswa dan kepada teman-teman yang lain, di seluruh Indonesia dan di seluruh dunia.

Mungkin saya ingin teman-teman juga untuk sekaligus mendoakan kondisi bangsa Indonesia yang mungkin saat ini sedang agak sakit, supaya bisa segera sembuh kembali.

Rasil: Aamiin! Terima kasih Fatimah Azzahra, kami ucapkan terima kasih atas bincangnya. Salam buat keluarga, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom