RUZKA INDONESIA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Depok mengimbau masyarakat agar waspada terhadap maraknya modus penipuan berkedok program percepatan keberangkatan haji.
Saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba menipu calon jemaah haji melalui pesan WhatsApp dengan dalih pembaruan data hingga penawaran percepatan antrean haji.
โSaat ini banyak sekali oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan Kementerian Haji dan Umrah dengan dalih bisa mempercepat antrean,โ ujar Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Kota Depok, Retha Prima Dewi dalam keterangan yang ditrima, Selasa (26/05/2026).
Menurut Retha, pelaku biasanya menghubungi calon jemaah melalui WhatsApp dan meminta konfirmasi ataupun pembaruan data pribadi, seperti nomor KTP, nomor telepon, hingga informasi porsi haji.
Setelah calon jemaah merespons, pelaku mulai menggiring pembicaraan terkait program percepatan keberangkatan haji dengan meminta sejumlah biaya tertentu.
โAwalnya mereka minta data pribadi dulu. Misalnya menanyakan apakah data sudah diperbarui, nomor telepon berubah atau belum. Setelah itu baru diarahkan ke program percepatan haji dan ujung-ujungnya meminta sejumlah uang,โ jelasnya.
Dia menegaskan, hingga saat ini Kementerian Haji dan Umrah belum memiliki program percepatan antrean haji. Sistem keberangkatan haji tetap berdasarkan urutan pendaftaran.
โSejauh ini Kementerian Haji dan Umrah belum ada program percepatan untuk mempercepat antrean. Jadi saat ini masih berdasarkan antrean pendaftaran. Siapa yang mendaftar duluan, itu yang berangkat lebih dulu,โ tegas Retha
Jangan Mudah Percaya
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru mentransfer uang kepada pihak yang tidak jelas identitasnya. Sebab, apabila sudah terjadi penipuan, proses pelacakan akan sulit dilakukan.
โJangan sampai karena keinginan besar ingin segera berhaji, jadi tidak berpikir rasional. Kalau uang sudah ditransfer ke orang yang tidak dikenal, kami juga tidak bisa membantu mengembalikan uang tersebut,โ terang Retha.
Masyarakat diimbau jgar tidak mudah percaya terhadap pesan dari nomor yang tidak dikenal.
Jika menerima informasi mencurigakan, calon jemaah diminta segera melakukan konfirmasi langsung ke kantor Kemenhaj atau menyampaikan laporan melalui akun media sosial resmi Kemenhaj Kota Depok untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
โKalau menerima WA seperti itu, cek dulu kebenarannya. Kalau punya kontak staf Kementerian Haji dan Umrah, silakan konfirmasi. Kalau tidak punya, datang langsung ke kantor atau laporkan lewat instagram kami,โ pungkas Retha. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar