RUZKA INDONESIA — Keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi RA Daarul Basyar saat merayakan peringatan Hari Kartini tahun ini.
RA Daarul Basyar beralamat di Lokasi: Limus Pratama Regency, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, momen ini menjadi sarana krusial bagi sekolah untuk menanamkan jiwa nasionalisme melalui pendekatan kasih sayang.
Sri Widarti, Wakil Kepala Kurikulum RA Daarul Basyar, menegaskan bahwa peringatan ini merupakan wujud nyata dari Kurikulum Berbasis Cinta yang di tanamkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).
“Bagi kami, Hari Kartini adalah momentum penguatan karakter anak terhadap pahlawan nasional. Ini adalah bukti cinta kita kepada negara, sesuai dengan nilai-nilai kurikulum cinta yang kami tanamkan,” ujar Sri Widarti, Selasa (21/04/2026).
Untuk menghidupkan semangat juang Kartini di mata anak-anak, RA Daarul Basyar menyusun rangkaian kegiatan edukatif yang kreatif dan menyenangkan.
Diawali dengan Senam Kartini bersama, Menonton film kartun edukatif tentang keteladanan sikap RA Kartini, fashion show busana daerah, Membuat miniatur “Wayang Kartini”.
Pihak sekolah fokus pada tiga pilar utama perjuangan Kartini yang relevan bagi anak usia dini yaitu semangat mencari ilmu, berbuat baik, dan keberanian bercita-cita.
“Segala cita-cita harus dimulai dengan belajar interaksi dasar, yaitu membaca, menulis, dan berhitung (calistung), namun tetap berlandaskan nilai-nilai kebaikan moral,” ungkap Sri.
Tak hanya murid, para guru di RA Daarul Basyar juga berperan aktif merefleksikan “Jiwa Kartini” dalam keseharian. Selain menjaga kode etik, para pendidik memberikan contoh nyata melalui pemberian kasih sayang yang tulus kepada murid dan sikap saling menghargai antar sesama guru.
Kegiatan peringatan Hari Kartini ini bukanlah hal baru bagi RA Daarul Basyar. Tradisi pembentukan karakter ini telah rutin dilakukan sejak sekolah ini berdiri pada tahun 2009.
Konsistensi ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akar budaya dan nasionalisme yang kuat. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar