RUZKA INDONESIA – LINE Indonesia membagikan hasil survei yang diselenggarakan LY Corporation mengenai kesadaran kesiapsiagaan bencana di Jepang, Taiwan, dan Thailand, tiga negara dengan pengguna aktif bulanan (MAU) LINE tertinggi secara global.
Survei dilakukan pada 4-6 Agustus 2026 dengan melibatkan 420 responden per negara berusia 18-69 tahun, dengan total 1.260 responden.
Gempa Paling Dikhawatirkan di Jepang dan Taiwan, Banjir di Thailand
Hasil survei menunjukkan perbedaan kekhawatiran berdasarkan kondisi geografis. Di Jepang, bencana yang paling dikhawatirkan adalah gempa bumi (88,8%), diikuti topan (51,0%) dan hujan lebat (43,8%).
Di Taiwan, gempa bumi juga di posisi teratas dengan 85,2%, disusul topan (61,9%) dan kekeringan (51,7%).
Sementara di Thailand, banjir menjadi kekhawatiran utama dengan 76,7%, diikuti gempa bumi (70,2%) dan kekeringan (54,3%).
Lebih dari 70% Merasa Belum Siap Hadapi Bencana
Tingkat kesiapsiagaan masih dinilai belum memadai. Sebanyak 45,5% responden Jepang, 41,9% Taiwan, dan 30,5% Thailand mengaku merasa perlu persiapan tetapi belum mengambil tindakan.
Sementara yang merasa sudah persiapan tapi belum cukup mencapai 42,6% di Jepang, 39,0% di Taiwan, dan 44,5% di Thailand.
Jika digabungkan, persentasenya mencapai 88,1% di Jepang, 80,9% di Taiwan, dan 75,0% di Thailand yang menilai kesiapsiagaannya belum memadai. Responden yang merasa sudah sepenuhnya siap tertinggi ada di Thailand (16,0%), dibanding Taiwan (6,0%) dan Jepang (5,5%).
Untuk langkah persiapan, Jepang dan Taiwan fokus pada menyimpan persediaan darurat air, makanan, dan kebutuhan sehari-hari (72,8% dan 72,5%). Sedangkan Thailand paling banyak mencari informasi terbaru terkait bencana (74,4%).
Berita Jadi Pemicu Utama, Hoaks Bencana Masih Tinggi
Di ketiga negara, pemberitaan tentang bencana menjadi pemicu utama untuk mulai bersiap, yakni 53,5% di Jepang, 63,0% di Taiwan, dan 68,9% di Thailand.
Namun paparan informasi palsu juga tinggi. Sebanyak 42,6% responden Jepang, 55,0% Taiwan, dan 66,7% Thailand mengaku pernah menemukan informasi palsu terkait bencana, paling banyak berupa informasi dampak atau kerusakan bencana.
LY Corporation bersama LINE Taiwan dan LINE Thailand terus meningkatkan kesadaran kesiapsiagaan melalui berbagai program, seperti situs Hari Pencegahan Bencana 1 September dan layanan LINE Safety Check di Jepang dan Taiwan, serta kampanye LIFELINE: Ready Before the Crisis di Thailand.
LINE sendiri hadir setelah Gempa Besar Jepang Timur 2011 sebagai sarana komunikasi darurat. Hingga Juni 2026, MAU LINE tercatat 100 juta pengguna di Jepang (81% populasi), 22 juta di Taiwan (95%), dan 54 juta di Thailand (82%). ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar