Lingkungan
Beranda ยป Berita ยป Seekor Anak Gajah Liar Terkena Jerat Pagar Listrik di Bentang Alam Bukit Tigapuluh

Seekor Anak Gajah Liar Terkena Jerat Pagar Listrik di Bentang Alam Bukit Tigapuluh

Seekor anak Gajah Sumatera nyaris menrengang nyawa setelah terkena jerat pagar listrik yang dipasang di dalam wilayah konsesi PT. LAJ, Jambi. (Foto: Dok Geopix)

RUZKA INDONESIA — Seekor anak Gajah Sumatera liar hampir mati setelah sekitar dua minggu terjerat pagar listrik dengan luka menganga pada kakinya di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

Penelusuran informasi oleh Geopix kepada pihak BKSDA Jambi, menyebutkan bahwa kejadian tersebut berada dalam kawasan konsesi PT. LAJ milik Michelin Group.

Perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan ban multinasional terkemuka di dunia yang berbasis di Perancis.

Anak Gajah tersebut terkena jerat saat menjelajah bersama kelompoknya di wilayah tersebut pada sekitar 11-14 Juni 2026.

Setelah mendapatkan perawatan yang memadai, kondisinya berangsur membaik dan telah kembali bergabung dengan induk serta kelompoknya.

Pemilahan Sampah Jadi Fokus, Pemkot Jakarta Timur Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Geopix menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim gabungan BKSDA Jambi dan Frankfurt Zoological Society (FZS) yang telah berhasil menyelamatkan anak Gajah Sumatera tersebut.

Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix, mengatakan, hanya selisih 4 hari setelah kelahiran Nona Seroja di TN Tesso Nilo.

“Kita semua kembali menyaksikan suatu
kejadian yang sangat memprihatinkan bahwa seekor anak Gajah liar harus menyabung nyawa akibat jerat yang terpasang dalam wilayah konsesi PT. LAJ, Jambi,” ujar Annisa dalam siaran persnya, Ahad (21/06/2026).

Dia menambabkan, hal ini semakin membuktikan bahwa ancaman terhadap habitat Gajah Sumatera tidaklah surut.

“Salah satuโ€œrumahโ€ Gajah Sumatera di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh semakin tidak aman,” tegas Annisa.

DLHK Depok Tinjau Situ Bahar yang Diduga Tercemar

Kondisi memprihatinkan di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh tersebut adalah keberadaan pagar listrik.

Pagar terpasang sekitar 70 km di seluruh kawasan konsesi PT LAJ yang sekitar 46,6 km-nya berada di dalam wilayah Wildlife Conservation Area (WCA).

Atas laporan Geopix, belum teratasi dengan baik keberadaan pagar listrik yang telah menewaskan Gajah Umi pada akhir 2024.

Kini ditambah lagi bahaya besar berikutnya berupa jerat yang menghantui pergerakan Gajah Sumatera di bentang alam tersebut.

Kegagalan Michelin Group

Peristiwa ini menunjukkan salah satu kegagalan Michelin Group dalam memenuhi janjinya untuk melindungi habitat Gajah Sumatera dari perusakan wilayah hutan yang makin masif.

PLN Icon Plus Dukung Gerakan Pilah Sampah, Lingkungan Lebih Bersih di Pekanbaru

Michelin Group sebagai pemegang konsesi hutan produksi tidak boleh melakukan pembiaran dan melepas tanggung jawabnya untuk secara aktif melindungi habitat dan jalur jelajah Gajah di
Bentang Alam Bukit Tiga Puluh.

“Jika hal tersebut tidak dapat dilakukan atau dipenuhi, sebaiknya Michelin Group berhenti untuk mempromosikan komoditas karetnya sebagai green rubber di pasar ban dunia,” jelas Annisa.

Bentang Alam Bukit Tiga Puluh merupakan ekosistem hutan yang penting dan menjadi rumah besar tidak hanya bagi Gajah Sumatera tetapi juga satwa-satwa liar penting lainnya seperti Harimau Sumatera dan Orangutan.

Kantung populasi Gajah di bentang alam ini hanya menyisakan tidak lebih dari 129 ekor dari keseluruhan kurang lebih 1.200 ekor populasi Gajah Sumatera yang tersebar dan terfragmentasi habitatnya di 21 kantong populasi di Sumatera.

Tentang Geopix

Geopix merupakan organisasi kampanye lingkungan independen yang bekerja mendorong perlindungan satwa liar, habitat dan bentang alam kritis, serta keadilan ekologis di Indonesia.

Geopix adalah anggota dari Wildlife Animal Rescue Network (WARN) yang merupakan organisasi koalisi regional yang berfokus pada penguatan kapasitas pusat penyelamatan satwa liar.

Lalu untuk peningkatan edukasi konservasi, penerapan standar minimum perawatan bagi satwa liar serta mendorong
kolaborasi dalam mengatasi kejahatan satwa liar lintas negara. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom