RUZKA INDONESIA โ Program Turbo dari Maxim menjadi pilihan bagi mitra pengemudi untuk mengatur intensitas kerja sesuai kebutuhan. Berdasarkan pengalaman sejumlah mitra, Turbo membantu memanfaatkan waktu kerja lebih efisien, mendapatkan prioritas pesanan, serta menyesuaikan waktu bekerja dan beristirahat.
Sejumlah mitra seperti Ade, Firdaus, Ahmad, dan Dwi Susanti memiliki pengalaman berbeda dalam menggunakan Turbo. Ada yang sudah menggunakan sejak awal diluncurkan dan ada yang baru, namun mereka melihat Turbo sebagai sarana mengatur waktu kerja lebih efisien.
Ade, mitra dengan pengalaman hampir lima tahun, menilai fleksibilitas menjadi manfaat utama Turbo.
“Saya tertarik menggunakan Turbo karena menurut saya program ini bisa membantu meningkatkan penghasilan. Dengan Turbo, saya bisa mendapatkan pesanan yang mungkin sebelumnya sulit saya dapatkan, termasuk pesanan dengan jarak penjemputan yang lebih jauh,” ujar Ade.
Ade biasanya mengaktifkan Turbo pagi sekitar pukul 6 sampai durasi selesai, lalu istirahat, dan kembali bekerja pukul 2 atau 3 siang dengan mengaktifkan Turbo lagi.
“Menggunakan Turbo merupakan keputusan masing-masing driver. Bagi saya, Turbo cukup menguntungkan,” tutup Ade.
Firdaus, mitra selama tiga tahun, mengatakan Turbo membantunya meningkatkan penghasilan sekaligus memanfaatkan waktu dan pengeluaran lebih efektif.
“Ada peningkatan pendapatan dan waktu yang lebih efisien. Saya biasanya mengaktifkan Turbo di luar jam sibuk, sehingga saya tetap bisa mendapatkan pesanan karena diprioritaskan,” ujar Firdaus.
Firdaus juga menyambut positif perpanjangan durasi Turbo dari 3 menjadi 5 jam yang memberikan ruang lebih besar untuk menyesuaikan jadwal.
Sementara Dwi Susanti, yang baru menggunakan Turbo dua minggu, merasakan ritme pesanan lebih cepat.
“Saat pertama mencoba Turbo, pesanan yang saya dapatkan cukup banyak dan ritmenya terasa lebih cepat. Kalau tidak bekerja malam, saya bisa menggunakannya dari jam 7 pagi sampai 12 siang dan mendapatkan sekitar 12 hingga 13 trip,” kata Dwi.
Dwi melihat biaya Turbo sebagai investasi, bukan sekadar pengeluaran. “Ibarat memancing, kita perlu menyiapkan umpan terlebih dahulu untuk mendapatkan ikan,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Ahmad Sanusi yang merasakan perbedaan waktu tunggu pesanan.
“Tanpa Turbo saya juga tetap mendapatkan pesanan, tetapi harus menunggu lebih lama. Dengan Turbo, dalam beberapa menit saya bisa mendapatkan pesanan lagi,” ungkap Ahmad.
Menurut para pengemudi, Turbo bersifat opsional. Mitra yang tidak menggunakan Turbo tetap dapat bekerja dan menerima pesanan seperti biasa, dengan hasil bergantung pada RRO dan konsistensi masing-masing. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar