Nasional
Beranda ยป Berita ยป Profil dan Biodata Cathlyn Yvaine Lesmana, Ini Ringkasan Fakta Tak Lolos Paskibraka

Profil dan Biodata Cathlyn Yvaine Lesmana, Ini Ringkasan Fakta Tak Lolos Paskibraka

Foto-foto Cathlyn Yvaine Lesmana. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Berkut ini sosok, profil dan biodata Cathlyn Yvaine Lesmana;

Nama: Cathlyn Yvaine Lesmana
Sekolah: SMAS Cerdas Bangsa, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Duduk di Bangku: Kelas XI (kelas 2)

Prestasi: Masuk peringkat tiga besar seleksi Paskibraka tingkat provinsi Sulsel, sehingga awalnya berhak maju ke tingkat nasional.

Cita-cita: Mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara pada 17 Agustus 2026.

Diduga Gara-gara Bakar Sampah, Kebun 200 Meter Persegi di Sumedang Ludes Dilalap Api

Kronologi dan Polemik

Seleksi awal: Cathlyn lolos ke tiga besar putri Sulsel.

Perubahan mendadak: Namanya dicoret dan digantikan oleh Keisha Ratu Utami dari Jeneponto, yang sebelumnya tidak masuk 10 besar.

Alasan resmi: Panitia menyebut ada faktor kesehatan (penglihatan kurang tajam, flat foot) dan nilai peserta lain lebih tinggi.

Isu publik: Muncul dugaan diskriminasi karena Cathlyn keturunan Tionghoa dan tidak fasih berbahasa daerah.

Kesbangpol Sulsel: Membantah isu etnis dan menegaskan bahasa daerah bukan faktor menggugurkan.

Mereka Mengetuk Pintu, Bukan Memungut Pajak

Transparansi seleksi: Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) menilai proses tidak terbuka; pendamping resmi bahkan disuruh keluar saat seleksi.

Nilai kepribadian: Bobot 40 persen disebut keluar terlambat, menimbulkan spekulasi adanya pengaturan nilai.

Pantukhir (penentuan akhir): Dinilai tidak sesuai aturan karena seharusnya hanya berdasarkan data dan nilai, bukan postur.

Wali Kota Makassar: Munafri Arifuddin mendesak transparansi penuh dan menyoroti dampak psikologis bagi Cathlyn.

Ringkasan Fakta

Prestasi awal: Masuk 3 besar putri Sulsel
Alasan dicoret: Kesehatan dan nilai peserta lain lebih tinggi.

Rumah Panggung di Banjarwangi Garut Dilalap Si Jago Merah

Isu publik: Dugaan diskriminasi etnis dan bahasa daerah.

Respon Kesbangpol: Bantah diskriminasi, bahasa daerah bukan faktor.

Kritik DPPI: Seleksi tidak transparan, nilai kepribadian terlambat.

Respon Wali Kota: Minta transparansi, khawatirkan dampak mental. (***)

Jurnalis: Iwan Buche
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom