Home > Mancanegara

P2MI Imbau Warga Tak Cari Kerja ke Kamboja, Myanmar, Filipina dan Thailand

Menurut Karding, Indonesia belum memiliki kesepakatan penempatan pekerja migran dengan negara-negara tersebut.
Para pekerja migran yang bermasalah bekerja di Kamboja, Myanmar, Filipina dan Thailand. (Foto: Dok REPUBLIKA) 
Para pekerja migran yang bermasalah bekerja di Kamboja, Myanmar, Filipina dan Thailand. (Foto: Dok REPUBLIKA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK -- Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengibau warga untuk menghindari mencari pekerjaan sebagai pekerja migran di Kamboja, Myanmar, Filipina dan Thailand.

Pekerja di negara tersebut cederung ke penipuan online dan judi online, ini juga terkait dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Saya selalu bilang sebaiknya untuk Kamboja, Myanmar, Filipina dan Thailand itu jangan ada yang berangkat untuk bekerja. Karena pasti kecenderungannya adalah kena TPPO," kata Karding di Jakarta, Rabu (02/04/2025).

Menurut Karding, Indonesia belum memiliki kesepakatan penempatan pekerja migran dengan negara-negara tersebut.

Baca juga: Keamanan Filipina Tangkap Puluhan WNI Terlibat Judi Online, Dideportasi

"Kita sebenarnya belum punya kesepakatan penempatan dengan beberapa negara ini. Jadi sementara, kalau saya boleh melarang, saya larang," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Karding juga menanggapi kabar mengenai 29 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh otoritas Filipina dan baru dipulangkan ke Indonesia.

Karding mengatakan akan memastikan terlebih dahulu status dari WNI tersebut, apakah mereka merupakan pekerja migran atau diaspora Indonesia yang tinggal di Filipina.

Kementerian BP2MI akan melanjutkan penataan teknis untuk pengiriman pekerja migran ke berbagai negara. Beberapa langkah yang akan disiapkan meliputi sertifikasi dan akreditasi PMI sebelum diberangkatkan bekerja di luar negeri. (***)


× Image