RUZKA INDONESIA โ Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp)* pada akhir Agustus 2026. Program ini menjadi langkah strategis menuju kemandirian energi dan penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemanfaatan energi surya skala besar yang dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) membuka peluang PT PLN (Persero) untuk mengoptimalkan sumber energi domestik menjadi pasokan listrik yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Hemat APBN Rp73,9 Triliun Per Tahun
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pengembangan PLTS 100 GWp + BESS berpotensi menghemat APBN secara signifikan dari subsidi solar.
โIni mampu menghemat APBN kita dari subsidi solar. Dari 12,6 GW pembangkit yang masih pakai solar, setara 230-250 ribu barel per day. Kalau ini kita lakukan, impor BBM khususnya solar akan turun dan semuanya akan memakai energi nasional,โ ujar Bahlil.
Ia merinci, program ini memiliki potensi penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun dibandingkan pembangkit berbahan bakar gas uap/diesel.
โTerlebih Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai/BESS di dalam negeri. Melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri,โ ucap Bahlil.
Dari sisi lingkungan, program ini berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 140,16 juta ton COโ per tahun. Potensi pasar karbonnya diperkirakan mencapai Rp6,31 triliun.
Dari sisi ekonomi, program ini diproyeksikan menciptakan 5,518 juta lapangan kerja, 3,465 juta di sektor konstruksi, dan 2,053 juta di sektor manufaktu
Pada tahap awal, pengembangan mencakup 14 proyek dengan total kapasitas 5,3 GWp di berbagai wilayah Indonesia.
Efisiensi yang didapat dari tahap awal adalah Hemat BBM: 319.998 kiloliter per tahun; Hemat Gas Alam: 35,66 ribu MMSCF/tahun atau setara 36.980 BBTU; Hemat APBN: Rp4,6 triliun per tahun untuk biaya listrik.
Transformasi Sistem Kelistrikan
Dirut PLN Darmawan Prasodjo menegaskan PLTS + BESS adalah bagian dari transformasi sistem kelistrikan nasional. Teknologi BESS memungkinkan energi surya yang intermiten dapat diintegrasikan lebih optimal.
โProgram PLTS 100 GWp adalah langkah strategis mengoptimalkan potensi EBT khususnya energi surya. Kita beralih dari energi kotor menjadi energi bersih, dari energi impor menjadi energi domestik, serta dari energi mahal menjadi energi yang lebih murah,โ kata Darmawan.
Ia menambahkan, program ini diharapkan tidak hanya mendorong transisi energi bersih, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar