Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Pangan Sehat Masih Mahal di Indonesia: Reformasi Kebijakan Jadi Solusi Utama

Pangan Sehat Masih Mahal di Indonesia: Reformasi Kebijakan Jadi Solusi Utama

Kementerian Transmigrasi mengembangkan kawasan transmigrasi Salor di Papua Selatan. Foto: Kemtrans/ruzkaindonesia

RUZKA INDONESIA – Keterjangkauan pangan sehat masih menjadi PR besar Indonesia. Data terbaru menyebut rumah tangga rata-rata menghabiskan hingga 50% pendapatannya untuk pangan. Akibatnya, saat harga naik, masyarakat makin sulit mengakses menu bergizi dan beragam.

Isu ini dibahas dalam diskusi publik Future Foods Forum (FFF) bertajuk โ€œMencapai Keterjangkauan Pangan Sehat dari Perspektif Kebijakanโ€ bersama Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dan PISAgro di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Studi CIPS 2023 mencatat harga beras domestik 67,2% lebih tinggi dibanding harga internasional. Hambatan non-tarif seperti kuota dan perizinan impor disebut jadi salah satu pemicunya.

โ€œBiaya produksi tinggi dan hambatan perdagangan mengganggu kelancaran pasok. Penurunan harga harus menyentuh hulu sampai hilir: produksi, distribusi, hingga kebijakan,โ€ kata Hasran, Peneliti Senior CIPS.

GAIN Indonesia menyoroti sisi lain. Menurut Senior Policy Advisor GAIN Indonesia, Aang Sutrisna, banyak warga sebenarnya mampu beli pangan sehat.

Pacu Potensi Ekonomi Masyarakat Sukabumi, UI Kembangkan Kopi Biji Hanjeli Bernutrisi Bebas Kafeein dan Gluten

โ€œTantangannya ada pada keberagaman konsumsi. Literasi gizi perlu ditingkatkan agar masyarakat bisa memilih makanan yang tepat untuk kesehatan jangka panjang,โ€ jelas Aang.

Petani Skala Kecil & Susut Pangan Tekan Efisiensi

Sistem pangan nasional masih didominasi petani kecil. CIPS 2025 menyebut 68% petani hanya kelola lahan โ‰ค1 hektare, sehingga sulit menekan biaya produksi.

Ditambah tingginya susut pangan di rantai pasok, FFF menilai strategi โ€œgenjot produksiโ€ saja tidak cukup. Efisiensi sistem secara menyeluruh jadi kunci.FFF mendorong 3 pilar perbaikan: efisiensi rantai pasok, akses teknologi dan input pertanian murah, serta kebijakan perdagangan yang menjaga pasokan dan harga.

โ€œTurunkan biaya produksi, perbaiki distribusi, kurangi susut, dan jaga ketersediaan. Tujuannya satu: masyarakat dapat pangan terjangkau dan bergizi, petani juga sejahtera,โ€ tegas Hasran.

Lewat Electrifying Agriculture, Tekan Biaya Listrik dan Jaga Panen Petani Bekasi

FFF juga mengajak pemerintah, swasta, CSO, filantropi, dan akademisi bersinergi untuk mewujudkan sistem pangan inklusif demi Indonesia Emas 2045. *** Editor: Yoyok Bepe, Email: yoyokbp@gmail

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom