RUZKA INDONESIA — Seorang pemulung yang tengah menjalani aktivitasnya di ruas Jalan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, tiba-tiba mendapat perhatian dari orang yang mungkin tak pernah ia sangka akan menghampirinya.
Di tengah ramainya lalu lintas, Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaeman turun dari kerumunan personel kepolisian.
Bukan untuk menegur ataupun menanyakan pelanggaran. Aldy justru membawa sebuah paket sembako untuk diberikan kepada pemulung tersebut.
โIni untuk bapak buat bawa ke rumah, semoga berkah. Yang penting bapak mah sehat,โ ujar Aldy.
Kalimat sederhana itu menjadi bagian dari aksi humanis jajaran Polres Majalengka di Jalan Kadipaten, Rabu (16/09/2026).
Hari itu, polisi memang turun ke jalan. Namun, bukan sekadar untuk melakukan penindakan terhadap pengguna kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas.
Di tengah tugas menjaga ketertiban, mereka juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang sehari-hari menggantungkan hidup dari jalanan.
Salah satunya pemulung tersebut.
Bagi orang lain, paket sembako mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi mereka yang setiap hari harus keluar rumah mencari barang bekas demi memenuhi kebutuhan keluarga, perhatian semacam itu bisa memiliki arti berbeda.
Aksi tersebut digelar Satlantas Polres Majalengka dalam rangka memperingati Hari Jadi Lalu Lintas ke-71 dengan tema โPolantas Presisi Mengabdi untuk Negeriโ.
Selain kepada pemulung, puluhan paket sembako juga dibagikan kepada pengemudi ojek online dan penarik becak.
Polisi yang Datang Bukan untuk Menilang
Di lokasi yang sama, personel Satlantas juga memberikan perhatian kepada para pengendara sepeda motor.
Sejumlah pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm dihentikan petugas.
Namun, mereka tidak langsung berhadapan dengan surat tilang.
Sebanyak 60 helm berstandar SNI justru dibagikan secara gratis kepada pengendara yang sebelumnya tidak mengenakan helm.
Situasi tersebut sempat membuat sejumlah pengendara kebingungan.
Beberapa pengendara bahkan terlihat memilih berbalik arah ketika melihat banyak polisi berdiri di jalan.
Salah seorang warga Kadipaten, Iif, juga sempat kaget ketika melintas di lokasi.
Saat itu, ia sedang tidak mengenakan helm.
โKaget tadi, saya kira ada apa. Eh, ternyata ada pembagian helm,โ kata Iif.
Polisi kemudian memberikan helm sekaligus menyampaikan edukasi mengenai pentingnya perlengkapan keselamatan ketika berkendara.
Sejumlah pengendara yang membonceng anak di bawah umur tanpa perlengkapan keselamatan memadai juga diberikan teguran dan edukasi.
Pendekatan humanis dipilih agar masyarakat memahami bahwa keselamatan berlalu lintas bukan semata-mata soal menghindari tilang.
โYang Penting Bapak Sehatโ
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaeman mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus edukasi kepada masyarakat.
โAlhamdulillah hari ini kita sudah bagikan sejumlah 60 buah helm ber-SNI kepada para pengendara roda dua yang kedapatan tidak memakai helm, tentunya ini adalah upaya edukasi bagi para pengendara,โ ujar Aldy.
Kegiatan itu terlaksana melalui sinergi Polres Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jasa Raharja, serta pihak Yamaha dan Honda yang turut mendukung penyediaan helm.
Aldy menegaskan, penggunaan helm seharusnya tidak dilakukan hanya karena masyarakat takut kepada polisi.
Menurutnya, keselamatan diri harus menjadi alasan utama.
โTujuannya adalah agar masyarakat bisa sadar. Tentunya kami berikan imbauan dan edukasi, janganlah takut kepada polisi dalam penggunaan helm,โ katanya.
Sebab, kecelakaan bisa datang kapan saja dan tidak dapat diprediksi.
โKita tidak tahu kapan musibah itu akan datang, tapi minimal dengan menggunakan helm bisa mengurangi fatalitas seperti itu,โ ujar Aldy.
Ke depan, kata Aldy, jajaran Polres Majalengka akan terus melakukan edukasi dan imbauan mengenai tertib berlalu lintas.
โYang kami imbau kepada masyarakat bahwa penggunaan helm janganlah menggunakan helm karena takut oleh pihak kepolisian. Tetapi mari kita bangun kesadaran,โ tuturnya.
Hari itu, di antara riuh kendaraan yang melintas di Jalan Kadipaten, pesan kepolisian tak hanya disampaikan melalui peluit dan imbauan.
Ada pula sebuah paket sembako yang berpindah tangan kepada seorang pemulung.
Dan ada satu pesan sederhana dari Kapolres yang mungkin jauh lebih penting dari isi paket tersebut:
โYang penting bapak mah sehat.โ ! (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar