Nasional
Beranda » Berita » Massa Geruduk Polres Depok, Bawa Poster Korban Tewas Dianiaya Oknum TNI AL, Desak Polisi Tangkap Pelaku Lainnya

Massa Geruduk Polres Depok, Bawa Poster Korban Tewas Dianiaya Oknum TNI AL, Desak Polisi Tangkap Pelaku Lainnya

Massa menggeruduk Polres Depok dengan membawa poster korban penganiayaan sadis yang menyebabkan korban WAT tewas. (Foto: Rusdy Nurdiansyah/RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Massa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang dengan sebagian besar mengenakan pakaian putih-putih datang mengerudul Markas Polres Metro Depok, Senin (05/01/2026).

Massa jug membawa poster bergambar korban penganiayaan dan pembunuhuan WAT (24) dengan tubuh penuh luka sayatan dan tusukan.

Korban tewas yang di duga dianiaya secara sadis oleh oknum anggota TNI AL berinisial M dan beberapa pelaku lainya.

Peristiwa terjadi di Gang Swadaya Emas, RT 004/ 001 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jumat (2/01/2026) lalu.

Dua orang menjadi korban penganiayaan. Satu korban tewas WAT (24) dan satu korban lainnya DN (39) dalam keadaan kritis dan sedang mendapat perawatan di rumah sakit.

Perkuat Program Bapak Asuh, Polrestro Bekasi Kota Hadir di 126 SMK

Oknum anggota TNI AL berinisial M berpangkat Serda sudah di tangkap oleh pihak Polisi Militer Kodaeral III Jakarta.

“Kami meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku lainnya. Penganiayaan tersebut tidak mungkin dilakukan oleh satu orang,” tegas Ketua Umum Keluarga Besar Aliansi Masyarakat Maluku (AMMAL) Kota Depok. H Moren.

Ketua AMMAL Kota Depok, H Moren. (Foto: Rusdy Nurdiansyah/RUZKA INDONESIA)

Ia menilai peristiwa ini sebagai kejahatan serius dan sadis, tanpa perikemanusiaan.

“Jika tidak segera ditangkap pelaku lainnya, saya tidak bisa menjami warga akan bergerak sendiri menangkap para pelaku lainnya,” terang Moren.

KPK Soroti Pelayanan Pertanahan di Kantor ATR/BPN Depok

Salah satu perwakilan kuasa hukum korban WAT menyoroti penanganan polisi terhadap tempat kejadian perkara (TKP). Kuasa hukum Aziz Talalu mengatakan seharusnya lokasi kejadian perkara dipasang garis polisi agar tidak ada barang bukti yang hilang.

“Semestinya di TKP pelaku itu sudah di police line dulu, untuk memastikan jangan sampai ada barang bukti yang dihilangkan,” ungkap Aziz.

Selain itu, Aziz juga menyoroti terduga pelaku lainnya yang berstatus sipil namun belum menjalani proses hukum lebih lanjut usai kejadian.

“Untuk oknum TNI AL telah dilimpahkan berkasnya kepada POM. Tetapi warga sipil yang telah kami lakukan investigasi, kami menduga ada keterlibatan pelaku lainnya,” jelas Azis.

Peristiwa bermula ketika pelaku M dan salah seorang warga sipil mencurigai adanya transaksi ilegal oleh WAT dan DN di lingkungan rumahnya. Jenis transaksi ilegal yang masih dalam proses pemeriksaan itu memicu tindakan M dan warga tadi melakukan kekerasan fisik kepada kedua korban. (***/Aris)

Atasi Kemacetan, Pemkot Depok Percepat Pelebaran Jalan di Sawangan

Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom