Enam pelaku mengenakan pakaian serba hitam menggunakan mobil pikap sebelum melepas tembakan dan melempar bom.
RUZKA INDONESIA–Sekelompok bersenjata melakukan serangan menggunakan senjata api dan bom pipa terhadap pos pemeriksaan di Provinsi Narathiwat, Thailand selatan.
Akibat serangan tersebut lima anggota pasukan ranger paramiliter meninggal dunia dan lima warga sipil mengalami luka, termasuk bocah berusia 10 tahun.
Serangan terjadi pada Rabu (22/7/2026) sore, sekitar pukul 18:45 waktu setempat di Pos Pemeriksaan Buke Sami, Distrik Ra-ngai.
Menurut pasukan keamanan, enam pelaku mengenakan pakaian serba hitam datang menggunakan mobil pikap empat pintu sebelum melepas tembakan dan melempar bom pipa ke pos yang dijaga oleh ranger paramiliter.
Seorang pejabat tinggi keamanan mengatakan, setelah serangan tersebut, para penyerang mendekati jasad korban dan mencuri rompi antipeluru serta kantong amunisi sebelum melarikan diri.
Kemudian sekitar pukul 20:50, warga di Distrik Sri Sakhon melaporkan temuan pikap empat pintu berwarna hitam yang terbakar di jalan.
Otoritas keamanan menduga mobil pikap itu merupakan kendaraan yang digunakan pelaku saat serangan dan dibakar untuk menghilangkan jejak DNA serta menghambat penyelidikan.
Laporan intelijen terbaru juga mengindikasikan bahwa pelaku tengah merencanakan serangan bom dan pembakaran yang menyasar kawasan ekonomi strategis di Distrik Sungai Kolok dan Waeng.
Aparat keamanan pun meningkatkan pengamanan secara maksimal di sejumlah kawasan komersial tersebut. Juru bicara militer mengecam serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan.
Komando keamanan wilayah menyatakan bahwa penggunaan senjata perang di kawasan perkotaan membahayakan keselamatan jiwa serta harta benda warga sipil yang tidak bersalah, termasuk anak-anak, perempuan, dan warga lanjut usia.
Pihak keamanan menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka, serta berkomitmen untuk menangkap pelaku.
Hingga saat ini aparat setempat masih memburu dua sepeda motor yang diduga digunakan sebagai kendaraan pengintai dan pengawal bagi para penyerang.(***)
Editor: Amiruddin


Komentar