Nasional
Beranda ยป Berita ยป Lewat Pengawalan Komisi III DPRD, Proyek Jembatan Cijurey Rp19 Miliar Masuk Tahap Pembangunan

Lewat Pengawalan Komisi III DPRD, Proyek Jembatan Cijurey Rp19 Miliar Masuk Tahap Pembangunan

Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahuddin dan rombongan di Jembata Cijurey, Desa Siliwangi. (Foto: Dok Agung)

RUZKA INDONESIA — Penantian masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Majalengka terhadap pembangunan infrastruktur akhirnya mulai terjawab.

Setelah melalui proses pengusulan dan pengawalan selama beberapa tahun, proyek pembangunan Jalan dan Jembatan Cijurey Siliwangi di Desa Silihwangi, Kecamatan Bantarujeg, resmi direalisasikan pada 2026 dengan nilai anggaran hampir Rp19 miliar melalui jalur aspirasi DPRD.

Proyek tersebut dinilai menjadi salah satu pembangunan strategis yang lahir dari aspirasi masyarakat.

Usulan yang disampaikan warga melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah akhirnya mendapat alokasi anggaran setelah melewati tahapan verifikasi hingga pembahasan di tingkat legislatif dan pemerintah.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM., SH., mengatakan pembangunan Jembatan Cijurey merupakan amanah masyarakat yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.

Jamiluddin Ritonga: Tak Perlu Ubah Gaya Pidato, Prabowo Cukup Sesuaikan Karakteristik Audiens

“Pembangunan Jembatan Siliwangi dengan anggaran hampir Rp19 miliar ini adalah amanah besar dari rakyat. Tugas kami di Komisi III tidak berhenti pada penganggaran, tetapi juga mengawal dan mengawasi agar pelaksanaannya tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran,” kata Iing, Kamis (02/07/2026).

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari terealisasinya anggaran, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Karena itu, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, serta kontraktor pelaksana menjalankan pekerjaan secara profesional.

“Ini merupakan infrastruktur vital. Kualitas harus dipastikan benar-benar baik agar mampu bertahan lama demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Bantarujeg, Lemahsugih, dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Optimistis

Iing optimistis keberadaan jalan dan jembatan baru tersebut akan membawa dampak besar terhadap aktivitas masyarakat, terutama di sektor ekonomi.

Gubernur Pramono Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling, Layani Anabul di Lima Wilayah Jakarta

Ia menyebut akses transportasi yang lebih baik akan memperlancar mobilitas warga, memangkas biaya distribusi barang, sekaligus mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan maupun layanan kesehatan.

“Transportasi akan lebih lancar, biaya logistik menurun, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau,” katanya.

Lebih lanjut, Iing menegaskan proyek tersebut bukanlah keputusan yang muncul dalam waktu singkat. Menurutnya, pembangunan Jembatan Cijurey merupakan hasil perjuangan panjang yang berawal dari aspirasi masyarakat.

“Aspirasi masyarakat tidak serta-merta langsung terealisasi. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari pengusulan, verifikasi hingga penganggaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan usulan pembangunan berasal dari masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) V yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025. Aspirasi itu kemudian dikawal oleh Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, khususnya para legislator dari wilayah tersebut, yakni H. Agustinus Subagja, M. Suparman atau Abah Parman, Imon Hidayat, S.Ag., dan Dinar Trisnawati.

Dugaan Gratifikasi Raja Juli: KPK Koordinasikan Laporan Menhut dengan Tim Penindakan

Sebagai tindak lanjut, Komisi III bersama pemerintah desa, Dinas PUTR, serta unsur Muspika melakukan serangkaian peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi jembatan sekaligus menyusun kebutuhan teknis pembangunan.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Agustinus Subagja, mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak sungkan menyampaikan aspirasi. Semua usulan akan kami kawal, namun tentu harus melalui tahapan dan proses yang berlaku,” ungkapnya.

Menurut DPRD, proses tersebut juga melibatkan koordinasi lintas instansi secara intensif, termasuk pengajuan berulang kepada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat hingga akhirnya anggaran pembangunan dapat dialokasikan pada tahun anggaran 2026.

DPRD menilai keberhasilan realisasi pembangunan Jembatan Cijurey Siliwangi tidak lepas dari sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Majalengka.

Ke depan, DPRD Kabupaten Majalengka menyatakan akan terus membuka ruang bagi aspirasi masyarakat dan mengawal berbagai usulan pembangunan lainnya agar dapat direalisasikan secara bertahap.

Pembangunan Jembatan Cijurey Siliwangi pun menjadi contoh bahwa partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan dapat berujung pada kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi warga. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom