RUZKA INDONESIA โ Duka cita yang mendalam atas wafatnya Anggota DPR RI Fraksi NasDem yang juga mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel pada Jumat (10/07/2026) disampaikan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. Bagi Fahira, almarhum merupakan sosok pemimpin yang terbuka terhadap aspirasi masyarakat, responsif, dan memiliki keberanian menerjemahkan kepedulian terhadap perlindungan generasi muda menjadi kebijakan nyata.
Salah satu kenangan yang paling berkesan bagi Fahira Idris adalah ketika dirinya, dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM), mendapat kesempatan berdialog dan beraudiensi dengan Rachmat Gobel yang saat itu menjabat Menteri Perdagangan mengenai peredaran serta penjualan minuman beralkohol (minol) di minimarket dan toko pengecer.
โInnalillahi wa inna ilaihi rojiโun. Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Rachmat Gobel. Salah satu kenangan yang tidak pernah saya lupakan adalah ketika kami dari Gerakan Nasional Anti Miras mendapat kesempatan bertemu dan berdialog dengan beliau yang saat itu menjabat Menteri Perdagangan pada Januari 2015. Pak Rachmat adalah pemimpin yang mau mendengar, sangat responsif, dan memiliki komitmen kuat melindungi generasi muda dari bahaya minuman beralkohol,โ ujar Fahira Idris di Jakarta, Jumat (10/07/2026) malam.
Pada periode kepemimpinannya, Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol. Salah satu substansi penting aturan tersebut adalah larangan penjualan minuman beralkohol di minimarket dan toko pengecer tertentu.
โBagi saya, keputusan itu bukan keputusan kecil. Di tengah berbagai kepentingan ekonomi dan perdebatan yang ada, Pak Rachmat memilih memberikan perhatian besar kepada keresahan keluarga dan masyarakat mengenai mudahnya anak-anak serta remaja mengakses minuman beralkohol,โ lanjut Fahira Idris.
Menurut Fahira, pengalaman tersebut memperlihatkan kualitas kepemimpinan Rachmat Gobel yang sangat berkesan baginya. Seorang pejabat publik, menurutnya, tidak cukup hanya membuka ruang audiensi, tetapi juga harus mampu mendengar keresahan masyarakat dan memastikan kebijakan negara hadir untuk melindungi kepentingan publik.
โSaya masih mengingat bagaimana seriusnya beliau mendengarkan keresahan kami. Bagi seorang aktivis, bertemu dengan pejabat yang mau mendengar secara sungguh-sungguh dan memiliki keberanian mengambil kebijakan adalah pengalaman yang sangat berarti. Karena itu, sampai hari ini saya tetap mengingat dan menghargai komitmen beliau,โ ujarnya.
Ia menilai keberanian Rachmat Gobel dalam memperketat akses terhadap minuman beralkohol menjadi salah satu warisan kebijakan yang penting untuk dikenang. Kebijakan tersebut, lanjut Fahira, adalah bentuk nyata keberpihakan seorang pemimpin kepada perlindungan generasi muda.
Senator Jakarta ini menilai Rachmat Gobel bukan hanya merupakan sosok yang memiliki perjalanan pengabdian panjang di dunia usaha, pemerintahan, dan parlemen. Namun, juga seorang pemimpin juga akan selalu dikenang karena keputusan-keputusan yang pernah dibuat berdampak nyata bagi masyarakat.
Fahira Idris berharap semangat almarhum dalam mendengar aspirasi masyarakat dan menerjemahkannya menjadi kebijakan yang melindungi kepentingan publik dapat menjadi teladan bagi semua.
โSelamat jalan, Pak Rachmat Gobel. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum, mengampuni segala khilaf, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan. Al-Fatihah,โ pungkas Fahira Idris. (***/Jie)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com






Komentar