RUZKA INDONESIA — Warga Kabupaten Sumedang digegerkan dengan beredarnya kabar yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, dalam dugaan skandal yang dikaitkan dengan sekretaris pribadinya (sekpri) berinisial RY.
Informasi tersebut ramai beredar di media sosial setelah sejumlah media online memberitakan isu tersebut. Dalam waktu singkat, kabar itu menjadi perbincangan di tengah masyarakat Sumedang.
Menanggapi isu yang semakin meluas, M. Fajar Aldila akhirnya buka suara. Ia membantah adanya kejadian seperti yang diberitakan dan menyebut informasi yang beredar lebih mengarah pada upaya membangun narasi bermuatan politik.
“Sebetulnya tidak ada apa-apa. Saya pun kaget, hanya saja kabarnya sudah meluas, jadi mau enggak mau harus saya luruskan,” ujar Fajar, seperti dikutip dari Tahu Ekspres.
Fajar meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar, terutama kabar yang belum diketahui secara jelas kebenarannya.
Sekpri Wakil Bupati Ikut Beri Klarifikasi
Di tengah ramainya pemberitaan tersebut, RY yang disebut-sebut dalam informasi yang beredar juga memberikan klarifikasi.
RY mengaku terkejut setelah mengetahui namanya ikut terseret dan pemberitaan mengenai dirinya ramai dibagikan di media sosial.
“Saya kaget jadi rame, banyak yang share berita itu. Itu tidak benar. Saya harap masyarakat jangan share berita-berita yang tersebar,” kata RY.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap informasi yang mengaitkan dirinya dengan dugaan skandal bersama Wakil Bupati Sumedang.
Sempat Disebut Melapor ke Polda Jabar
Meski demikian, sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut RY pernah melaporkan beberapa orang yang diduga terkait dengan persoalan tersebut ke Polda Jawa Barat.
Namun, laporan tersebut disebut kemudian dicabut.
Belum diketahui secara rinci mengenai substansi laporan maupun alasan pencabutan laporan tersebut. Informasi yang berkembang di sejumlah media juga belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya tindak pidana ataupun pelanggaran tertentu.
Gubernur Jabar Bentuk Tim Investigasi
Isu tersebut rupanya turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM.
Melalui akun TikTok pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri persoalan tersebut.
Menurut Dedi, langkah investigasi diperlukan agar persoalan yang menyangkut Wakil Bupati Sumedang dapat diketahui secara objektif dan tidak berkembang hanya berdasarkan opini maupun asumsi.
“Menanggapi berita tentang peristiwa yang dialami oleh Wakil Bupati Sumedang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi,” kata Dedi Mulyadi.
Ia juga meminta seluruh pihak bersabar dan tidak lebih dulu membangun opini sebelum hasil investigasi disampaikan.
“Untuk itu, pada semua pihak mohon bersabar sebelum hasil investigasi kami sampaikan, tidak dulu memberikan opini atau narasi. Hatur nuhun,” ujarnya.
Dengan adanya tim investigasi tersebut, kebenaran mengenai isu yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang dan sekretaris pribadinya kini menunggu hasil pemeriksaan.
Untuk sementara, Fajar Aldila dan RY sama-sama membantah kabar yang beredar. Sementara itu, Pemprov Jawa Barat memilih melakukan pemeriksaan untuk memastikan persoalan tersebut berdasarkan fakta, bukan sekadar informasi yang berkembang di media sosial. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com












