RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berhasil mempertahankan predikat Nindya dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA) selama tujuh kali berturut-turut hingga 2025.
Adapun capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Diah Sadiah, menegaskan predikat KLA bukan menjadi tujuan akhir. Penyelenggaraan KLA perlu diarahkan pada dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak.
โKLA bukan sekadar penghargaan, melainkan cara kita memastikan anak-anak benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupannya,โ ujarnya di sela kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas KLA Kota Depok di Balai Kota Depok, Selasa (17/09/2026).
PUSPAGA
Menurut Diah, Pemkot Depok terus memperkuat layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Harmoni hingga tingkat kelurahan.
Forum Anak juga dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan sebagai bagian dari upaya memastikan kebutuhan dan aspirasi anak turut diperhatikan.
Dalam menyikapi kasus kekerasan terhadap anak, Diah meminta seluruh perangkat daerah memperkuat komitmen melalui pendekatan preventif dan promotif.
“Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi pengasuhan dan deteksi dini untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak,” terang Diah.
Dia juga meminta seluruh perangkat daerah menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi pentahelix.
Dengan demikian, penyelenggaraan KLA tidak hanya berorientasi pada pemenuhan indikator, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan anak.
โKita harus membangun ekosistem yang membuat anak merasa aman di rumah, sekolah, dan lingkungan. Kami ingin KLA Depok 2026 bergerak dari pemenuhan indikator menuju dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak,โ pungkas Diah. (***)
Jurnalis: Risajddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar