RUZKA INDONESIA — Informasi beredar diduga satu jasad korban hilangnya Kapal
Arupadhatu yang ditumpangi 5 jurnalis dan 3 kru ditemukan warga terdampar di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.
Dari hasil pemeriksaan DNA, jasad yang ditemukan identik dengan salah satu kru kapal.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan awalnya nelayan di sana menemukan mayat pria tanpa identitas pada 12 September atau hari ke-5 operasi pencarian delapan orang yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Ia mengatakan Polda Bengkulu kemudian berkoordinasi dengan Polda Banten soal penemuan jasad.
“Saya mendapat informasi dari Kapolda Bengkulu bahwa di sana, di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan seorang jenazah Mr. X,” ujar Hengki.
Jasad itu ditemukan dalam kondisi menggunakan celana pendek hitam, tinggi kurang lebih 163 Cm, dan berusia kurang lebih 50 tahun. Keesokan harinya, jenazah dimakamkan oleh warga.
Polda Banten Koordinasi dengan Polda Bengkulu
Mendapatkan informasi tersebut, Polda Bengkulu berkoordinasi dengan Polda Banten untuk melakukan autopsi terhadap jenazah tersebut. Pihak Polda Bengkulu kemudian melakukan ekshumasi dan membawa jenazah menggunakan pesawat ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu.
“Diamankan dalam artian, jenazah atau mayat tadi diamankan dari Pulau Enggano, dibawa dengan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu,” kata Hengki.
Tim Disaster Victim Identification atau DVI lalu melakukan pencocokan data antemortem dari delapan keluarga korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Data tersebut dikirim oleh Polda Banten setelah melakukan pengambilan sampel dari delapan keluarga korban yang hilang.
Hasil identifikasi keluar pada Selasa (22/09/2026). Jenazah tersebut dinyatakan sebagai merupakan Surakman berdasarkan hasil pencocokan DNA dengan putranya, Yayat.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA seorang mayat Mr X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu teridentifikasi sebagai Surakman atau ayah biologis dari Tuan Yayat (putra Surakman),” ungkap Hengki.
Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang berada di Samudera Hindia yang masuk wilayah Provinsi Bengkulu.
Adapun jarak dari hilangnya kapal 5 jurnalis saat meliput Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Enggano yakni 350 Km. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar