RUZKA INDONESIA — Upaya menghidupkan kembali lahan pertanian di wilayah Cimpaeun, Kota Depok, terus dipersiapkan melalui pembangunan infrastruktur irigasi.
Program tersebut akan melibatkan berbagai Instansi, baik Kementerian Pertanian (Kementan), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, dan PLN.
Lurah Cimpaeun, Mujahidin, mengatakan bantuan dari Kementan tidak hanya berupa peralatan untuk mengambil dan menampung air, tetapi juga akan didukung pembangunan saluran irigasi serta jaringan listrik untuk mengoperasikan pompa.
Kebutuhan listrik menjadi salah satu hal yang tengah disiapkan karena posisi pompa berada di tengah area persawahan.
“Ini lagi diusulkan terkait listriknya, karena posisinya ada di tengah-tengah sawah. Nantinya juga akan bekerja sama dengan PLN terkait anggaran khusus untuk kelistrikannya,” ujar Mujahidin dalam keterangan yang diterima, Rabu (30/09/2026).
Lokasi Persawahan
Lanjut Mujahidin, pompa yang disiapkan nantinya tidak lagi mengandalkan sistem listrik sementara, melainkan akan menggunakan jaringan listrik PLN.
Untuk itu, akan dilakukan pemasangan sejumlah tiang dan jaringan kabel menuju lokasi persawahan.
“Jadi bukan lagi sistem colok, sudah langsung tiang utama. Pembuatan tiang, diukur tadi kebutuhan tiang berapa, kebutuhan kabel berapa,” jelasnya.
Ia mengutarakan, pembagian dukungan antarinstansi akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan.
Kementan memberikan bantuan peralatan utama, sementara pembangunan saluran irigasi akan didukung Dinas PUPR Kota Depok.
Adapun kebutuhan jaringan listrik akan dikoordinasikan dengan PLN.
“Kalau Kementerian kan mungkin hanya alat. Dari mulai nanti irigasinya kerja sama dengan PUPR, juga dengan kelistrikan dengan PLN, mereka akan fasilitasi semua anggarannya,” ungkap Mujahidin.
Pembangunan Saluran
Untuk pembangunan saluran, ia menyebut Dinas PUPR Kota Depok telah melakukan komunikasi terkait kebutuhan infrastruktur di sekitar titik sumur dan lahan pertanian.
Program tersebut menjadi bagian dari rencana pembangunan lima titik sumur bor dan fasilitas penunjang irigasi di Cimpaeun.
Infrastruktur tersebut nantinya diharapkan mampu mengalirkan air ke lahan pertanian yang selama ini terkendala ketersediaan air, baik di wilayah Cimpaeun ataupun kelurahan sekitarnya.
Mujahidin berharap sinergi antarinstansi tersebut dapat mempercepat pembangunan sehingga petani kembali memiliki akses air untuk mengolah lahan pertanian mereka.
“Insya Allah di mulai bulan depan. Dengan adanya dukungan sumur, pompa, penampungan, saluran, hingga jaringan listrik, sistem irigasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar