Kuliner
Beranda » Berita » Dari Lapak Kue Subuh hingga UMKM Terbaik se-Jawa Barat, KUSUMA Buka Cabang Kedua di Kota Depok

Dari Lapak Kue Subuh hingga UMKM Terbaik se-Jawa Barat, KUSUMA Buka Cabang Kedua di Kota Depok

Suasana ramai pembeli di gerai KUSUMA, mulai dari ibu dan anak sekolah, pekerja kantoran, hingga pengemudi ojek online yang singgah membeli aneka kue tradisional. (Foto: Djoni Satria/ RUZKA INDONESIA)

Binaan pemenang FINATRA yang meraih penghargaan UMKM Terbaik se-Jawa Barat 2025 ini juga membuka layanan pemesanan aneka kue untuk kebutuhan rapat, meeting, dan berbagai kegiatan kantor, sebagai bagian dari upaya mendorong tumbuhnya UMKM lokal di Kota Depok.

RUZKA INDONESIA – Pagi di Depok selalu bergerak lebih cepat dari matahari. Ketika sebagian orang masih bergelut dengan alarm, pekerja mulai mengejar waktu menuju kantor, anak-anak bersiap ke sekolah, dan mahasiswa bergegas menuju kampus. Di tengah ritme pagi yang serba terburu-buru itu, sarapan sering kali menjadi urusan yang paling mudah dilewatkan.

Kebutuhan sederhana itulah yang coba dijawab KUSUMA (Kue Subuh Bersama) melalui pembukaan cabang keduanya di kawasan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Setelah sebelumnya hadir melalui KUSUMA Permata Depok, Citayam, kini lapak kuliner pagi tersebut memperluas jangkauan dengan membawa konsep yang sama: menghadirkan aneka kue tradisional, jajanan pagi, dan menu sarapan praktis dengan harga yang tetap bersahabat.

Grand opening KUSUMA Kalimulya digelar pada Senin, 24 Agustus 2026. Lapak mulai melayani pelanggan sejak pukul 06.00 WIB, menyasar masyarakat yang membutuhkan pilihan sarapan sebelum memulai aktivitas.

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026, Perkuat Posisi Sebagai Platform Perdagangan Pangan Internasional dalam Jaringan Global

Bagi KUSUMA, pagi bukan sekadar waktu untuk menjual makanan. Ada kebutuhan yang lebih sederhana sekaligus penting: menyediakan makanan yang mudah dijangkau masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan sarapan sendiri.

Gustina Melliani, pendamping /Mentor UMKM Kota Depok sekaligus Owner KUSUMA. (Foto: Dok. Gustina Melliani)

“Kami ingin KUSUMA bukan hanya menjadi tempat membeli kue, tetapi menjadi bagian dari rutinitas pagi masyarakat. Orang berangkat kerja, sekolah, kuliah, atau sekadar mencari teman ngopi bisa mendapatkan makanan yang fresh, praktis, enak, dan harganya tetap bersahabat,” ujar Gustina Melliani, pendamping /Mentor UMKM Kota Depok sekaligus Owner KUSUMA kepada RUZKA INDONESIA, Senin (24/8/2026) usai pembukaan.

Konsep tersebut terlihat dari beragam pilihan yang ditawarkan. Pengunjung dapat menemukan aneka kue dan jajanan pagi, sekaligus pilihan sarapan seperti nasi uduk dan nasi bakar. Beragam kudapan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan selera yang berbeda, mulai dari mereka yang membutuhkan sarapan cepat hingga pelanggan yang ingin membawa pulang jajanan untuk keluarga.

Namun, perjalanan KUSUMA tidak berhenti pada aktivitas berjualan makanan. Di balik lapak yang melayani kebutuhan sarapan warga, terdapat perjalanan pembinaan UMKM yang turut mengantarkan KUSUMA binaan Pemenang FINATRA dan meraih penghargaan sebagai UMKM Terbaik se-Jawa Barat 2025. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak KUSUMA dalam mengembangkan usaha sekaligus memperkuat kapasitasnya sebagai pelaku UMKM.

FINANTRA sendiri merupakan layanan pembiayaan produktif dari FIFGROUP (PT Federal International Finance) yang bertujuan membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan modal untuk mengembangkan bisnis mereka.

Restoran Tionghoa Baru Le Ju Xuan & Sands Live Season Ramaikan Marina Bay Sands

Bagi Gustina, capaian tersebut bukan semata-mata penghargaan yang dipajang, melainkan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan usaha dan memberikan dampak yang lebih luas.

“Penghargaan tentu menjadi sebuah kebanggaan dan apresiasi atas proses yang sudah kami jalani. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus berkembang, menjaga kualitas produk, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta pelaku UMKM lainnya,” kata Gustina.

Pembukaan cabang kedua di Kalimulya juga menjadi bagian dari upaya membawa produk UMKM lebih dekat kepada konsumen. KUSUMA tidak hanya membidik pembeli perorangan, tetapi juga membuka peluang pemesanan dalam jumlah lebih besar untuk berbagai kebutuhan.

Salah satunya adalah kebutuhan konsumsi untuk rapat, pertemuan, maupun kegiatan di lingkungan perkantoran. Instansi pemerintah, dinas-dinas di Kota Depok, hingga kantor-kantor swasta dapat memanfaatkan produk KUSUMA sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan kue dan jajanan tradisional dalam kegiatan mereka.

Flyer pembukaan KUSUMA Cabang kedua, di Kalimulya, Cilodong, Kota Depok. (Flyer: Dok. KUSUMA)

Pilihan tersebut sekaligus menjadi cara sederhana untuk memberikan ruang lebih besar bagi produk UMKM lokal masuk ke lingkungan perkantoran. Setiap pesanan dalam jumlah tertentu bukan hanya memenuhi kebutuhan konsumsi sebuah kegiatan, tetapi juga ikut menggerakkan rantai usaha yang berada di belakang produk tersebut.

Manjakan Penikmat Kuliner, Bakso Rudal Buka Cabang Metland Transyogi

“Kami juga siap melayani kebutuhan kue-kue tradisional untuk rapat, meeting, maupun berbagai kegiatan kantor, baik instansi pemerintah dan dinas di Kota Depok maupun perusahaan swasta. Harapannya, semakin banyak masyarakat dan instansi yang memilih produk UMKM lokal, semakin besar pula dukungan terhadap pertumbuhan UMKM di Kota Depok,” ujar Gustina.

Menurutnya, dukungan terhadap UMKM tidak selalu harus dilakukan melalui program besar. Membeli produk lokal untuk kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan kegiatan kantor merupakan bentuk dukungan yang sederhana, tetapi memiliki dampak ekonomi ketika dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami percaya UMKM bisa tumbuh kalau ada ekosistem yang saling mendukung. Ketika kantor, instansi, komunitas, maupun masyarakat memilih produk UMKM untuk kebutuhan mereka, sebenarnya mereka ikut membantu usaha kecil bertahan, berkembang, dan menciptakan peluang ekonomi,” katanya.

Di sisi lain, KUSUMA tetap membawa semangat yang tercermin dalam identitas usahanya: berbagi, berkah, dan berdaya. Aktivitas jual-beli tidak ditempatkan semata sebagai transaksi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem UMKM yang saling menguatkan.

Bagi konsumen, salah satu daya tariknya adalah pilihan yang tersedia sejak pagi. Sebab, dalam bisnis makanan pagi, waktu menjadi faktor penting. Datang terlalu siang berarti harus siap menerima kenyataan bahwa beberapa menu favorit telah habis lebih dahulu.

Karena itu, KUSUMA mengajak masyarakat datang sejak pukul 06.00 WIB untuk mendapatkan pilihan makanan yang lebih lengkap. Aneka kue, jajanan tradisional, nasi uduk, nasi bakar, hingga berbagai sajian sarapan tersedia untuk menemani aktivitas warga sebelum memulai hari.

Selain menyediakan aneka makanan, pembukaan cabang baru ini juga menawarkan program promosi berupa potongan harga 5 persen untuk setiap pembelian selama periode 24 Agustus hingga 24 September 2026.

Aneka kue tradisional yang ditawarkan di lapak KUSUMA, Kalimulya, Cilodong, Kota Depok. (Foto: Dok. KUSUMA)

Promo tersebut menjadi salah satu cara KUSUMA memperkenalkan cabang barunya sekaligus mengajak masyarakat sekitar mencoba produk yang ditawarkan.

Gustina melihat pertumbuhan usaha tidak bisa hanya mengandalkan produk yang enak. Pelaku UMKM harus mampu membaca kebutuhan konsumen, menjaga kualitas, membangun kedekatan dengan pelanggan, sekaligus konsisten memberikan nilai tambah.

“UMKM harus terus bergerak dan beradaptasi. Produk yang bagus memang penting, tetapi kita juga harus memahami apa yang dibutuhkan konsumen. KUSUMA ingin tumbuh bersama masyarakat, bukan hanya hadir untuk menjual, tetapi juga memberikan manfaat dan membuka peluang pemberdayaan,” ujar Gustina.

Bagi KUSUMA, pembukaan cabang kedua menjadi penanda fase baru perjalanan usaha. Dari KUSUMA Permata Depok, usaha tersebut kini memperluas jangkauan ke Kalimulya dengan membawa pengalaman, pembinaan, serta rekam jejak penghargaan yang telah diraih.

Lebih dari sekadar membuka lapak baru, ekspansi ini juga memperlihatkan bagaimana UMKM mencoba memperluas pasar dari konsumen rumah tangga menuju kebutuhan yang lebih beragam, termasuk penyediaan kudapan untuk kegiatan perkantoran.

Di tengah kesibukan warga Depok yang dimulai sejak pagi, kehadiran KUSUMA menawarkan sesuatu yang sederhana: makanan yang mudah ditemukan, harga yang terjangkau, dan pilihan sarapan yang tidak mengharuskan orang menghabiskan banyak waktu.

Seporsi nasi uduk, nasi bakar, atau sebungkus kue mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang setiap hari berpacu dengan waktu, makanan itu bisa menjadi bekal kecil sebelum kembali menghadapi panjangnya aktivitas hari itu.

Dan bagi pelaku UMKM seperti KUSUMA, setiap pembelian juga memiliki arti yang lebih panjang: menjaga roda usaha tetap berputar, membuka ruang pertumbuhan, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM lokal di Kota Depok.

Dari lapak yang mulai buka pukul 06.00 WIB itu, KUSUMA ingin membuat satu kebiasaan sederhana kembali hadir dalam rutinitas warga: bangun pagi, mencari sarapan, lalu memulai hari dengan lebih baik. (***)

Jurnalis/Editor: Djoni Satria

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom