RUZKA INDONESIA — Nana Suhana D meraih kemenangan telak dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukamulya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Kamis (29/10/2026).
Ia berhasil mengungguli petahana Dandan Hernawan yang telah menjabat sebagai kepala desa sejak 2018.
Berdasarkan hasil perolehan suara yang disampaikan, Nana meraih 1.120 suara atau sekitar 85,1 persen. Sementara itu, Dandan Hernawan hanya memperoleh 196 suara atau sekitar 14,9 persen.
Hasil tersebut menunjukkan keunggulan Nana dengan selisih 924 suara atas petahana.
Kemenangan Nana menjadi perhatian karena ia berhasil mengungguli Dandan yang telah memimpin Desa Sukamulya selama kurang lebih delapan tahun.
Dukungan masyarakat terhadap Nana, salah satunya, disebut tidak terlepas dari kedekatannya dengan warga serta aktivitasnya di lingkungan sosial dan keagamaan.
Seorang warga Sukamulya, Hilman, menilai Nana merupakan sosok yang sederhana, ramah, dan mudah bergaul dengan masyarakat.
Menurut Hilman, Nana bukan figur yang baru muncul ketika kontestasi Pilkades berlangsung. Ia menilai Nana sudah lama hadir dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari pengajian, tahlilan, kerja bakti, hingga kegiatan di masjid.
“Orangnya jelas amanah dan merakyat. Di acara tahlilan ada, di kerja bakti ada, di masjid juga ada. Bukan yang datang cuma pas mau nyalon,” ujar Hilman.
Hilman juga menilai visi dan misi yang ditawarkan Nana cukup realistis karena menyasar kebutuhan masyarakat di berbagai kelompok.
Program yang menjadi perhatiannya meliputi pemberdayaan petani, pemuda, janda, kaum duafa, hingga kegiatan majelis keagamaan.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan program yang bisa direalisasikan, bukan sekadar janji besar yang sulit diwujudkan.
“Programnya jelas untuk petani, pemuda, janda dan kaum duafa, serta majelis. Bukan janji membangun langit, tetapi program nyata yang bisa dikerjakan,” katanya.
Selain kedekatan sosial dan program yang ditawarkan, Hilman juga menyoroti pentingnya integritas seorang calon kepala desa.
Ia mengaku mendukung Nana karena menilai sosok tersebut mengedepankan ketulusan dan tidak menggunakan politik uang untuk meraih dukungan masyarakat.
Hilman juga menyebut Nana mendapat dukungan dari sejumlah ulama, ustaz, dan tokoh masyarakat di lingkungan desa. Namun, dukungan tersebut merupakan penilaiannya sebagai warga yang melihat langsung dinamika menjelang Pilkades.
Bagi Hilman, kepala desa ke depan harus memiliki keberanian untuk menjaga tata kelola pemerintahan desa agar berjalan secara jujur dan transparan.
Ia berharap pemimpin terpilih mampu menjalankan amanah masyarakat serta menolak praktik korupsi dan pungutan liar.
“Saya memilih Nomor 2 bukan karena disuruh, tetapi karena hati saya yakin. Nana adalah harapan baru untuk desa yang lebih maju, jujur, dan berkah,” tuturnya.
Mengaku Tak Banyak Persiapan
Sementara itu, Nana Suhana mengaku tidak melakukan persiapan khusus secara berlebihan menjelang pelaksanaan Pilkades Sukamulya.
Ia mengatakan lebih banyak berdoa dan menjalani proses pencalonan dengan santai. Meski demikian, selama masa menjelang pemilihan, rumahnya kerap didatangi warga.
Menurut Nana, warga datang untuk sekadar berbincang, berkumpul, hingga menyampaikan dukungan secara langsung.
“Saya tidak banyak persiapan. Saya hanya berdoa dan mengalir begitu saja. Namun, setiap hari banyak warga yang datang untuk nongkrong, ngobrol, sekaligus memberikan dukungan,” ujar Nana.
Diketahui, Nana Suhana juga pernah mengajar di salah satu sekolah keagamaan di Kecamatan Ujungjaya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum mengikuti kontestasi Pilkades Sukamulya.
Kemenangan Nana kini menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk memimpin Desa Sukamulya.
Besarnya perolehan suara yang diraih diharapkan dapat menjadi modal untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang sebelumnya memberikan dukungan kepada calon lain.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat tersebut dapat diwujudkan melalui program pembangunan, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan desa yang berpihak pada kepentingan warga. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar