Bisnis
Beranda ยป Berita ยป Dilirik Gen Z Sebagai Invenstasi Jangka Panjang, Bank BCA Syariah Permudah Tabungan Emas

Dilirik Gen Z Sebagai Invenstasi Jangka Panjang, Bank BCA Syariah Permudah Tabungan Emas

Foto ilustrasi Gen Z investasi tabungan emas di Bank BCA Syariah. (Foto: Dok Bank BCA Syariah)

RUZKA INDONESIA — Emas masih menjadi pilihan investasi jangka panjang. Hal itu terungkap dari pertumbuhan pembiayaan emas perseroan yang naik 127,6 persen dari Rp301 miliar pada Juni 2025, menjadi Rp684 miliar per Juni 2026

Saat ini, tak hanya kaum milenial dan sebelumnya, anak muda dari Generasi Z (Gen Z) dan mungkin setelahnya mulai melirik emas sebagai investasi pilihan.

“Saya saat ini lebih memilih tabungan emas, lebih aman dan lumayan mengutungkan,” kata Feru, seorang nasabah Gen Z yang menginvestasikan uangnya di salah satu bank di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Feru merupakan salah satu Gen Z yang kini memilih investasi jangka panjang berupa tabungan emas.

Begitu banyaknya masyarakat saat ini memilih tabungan emas, PT Bank BCA Syariah berinisiatif mempermudah masyarakat mendapatkan tabungan emas lewat skema pembiayaan.

Hino Tingkatkan Kapasitas Baterai Seluruh Lini Big Bus

โ€œJadi kita dari Bank BCA Syariah memandang, instrumen emas ini adalah instrumen untuk investasi jangka panjang,โ€ ujar Direktur PT Bank BCA Syariah, Pranata dalam keterangan yang diterima, Senin (26/10/2026).

Direktur PT Bank BCA Syariah, Pranata. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

Performa pembiayaan emas Bank BCA Syariah ditopang oleh fitur pengajuan pembiayaan Emas iB di new mobile banking Bsya.

Selain pengajuan secara digital yang semakin memudahkan nasabah, Pranata mengatakan perseroan juga menurunkan minimum gramasi emas yang dapat dibiayai.

Jika sebelumnya minimum pembiayaan sebesar 10 gram, kini nasabah dapat mengajukan pembiayaan mulai dari 5 gram.

Perkuat Kontribusi Sosial, Tempo Scan Group Resmikan Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia

โ€œDulu minimumnya 10 gram, sekarang nasabah atau calon nasabah kita 5 gram sudah bisa. Selain itu, kalau tahun lalu hanya bisa Antam, tahun ini bisa Antam, lalu juga Galeri 24 dan Hartadinata,โ€ ungkap Pranata.

Menurut Pranata, kenaikan harga emas mencapai lebih dari 200 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Meskipun memang harga emas bersifat fluktuatif imbas dinamika ekonomi secara global, ia mengatakan emas masih menjadi instrumen paling menarik dan aman saat ini.

โ€œKalau kita lihat secara prospek ke depan, emas itu masih tetap menarik. Dan kalau kita lihat pun, walaupun animonya tidak setinggi di awal tahun, tapi kita lihat semakin banyak nasabah kita pun yang sudah paham, bahkan memandang emas itu adalah investasi jangka panjang. Nah, dengan demikian kita masih melihat potensi itu emas sebagai investasi jangka panjang, sebagai alternatif juga salah satunya,โ€ jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus memperkaya diri dengan pengetahuan dan literasi terkait keuangan dan investasi, agar tetap bijak dalam pengelolaannya.

PT Tirta Asasta Depok Ajak Warga Depok Beralih dari Air Tanah ke Perpipaan

โ€œKalau untuk investasi kan kita taruh di satu basket atau satu keranjang semua, itu kan kurang bagus. Jadi memang kita juga selalu memberikan pemahaman kepada nasabah, emas itu adalah satu basket yang cukup bagus untuk jangka panjang. Nah, sekarang kita lihat potensi ke depan, kita masih melihat, tetap bagus untuk prospeknya,โ€ tegas Pranata.

Pembiayaan Emas Perseroan Mencatatkan Lonjakan Paling Signifikan

PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan konsumer secara tahunan (year-on-year/YoY) melampaui rata-rata industri perbankan syariah nasional.

Berdasarkan data kinerja sampai Agustus 2026, total pembiayaan konsumer Bank BCA Syariah melesat 34,69 persen secara year-on Year (YoY).

Pada Agustus 2026, total pembiayaan naik dari Rp1.832 miliar pada Agustus 2025 menjadi Rp2.468 miliar.

Kepala Satuan Kerja Bisnis Retail dan Konsumer PT Bank BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, mengungkapkan, pembiayaan emas perseroan mencatatkan lonjakan paling signifikan hingga 81,76 persen, dari Rp329 miliar menjadi Rp598 miliar per Agustus 2026.

Tak hanya emas, pembiayaan KPR juga tumbuh 24,17 persen dari Rp1.437 miliar menjadi Rp1.784 miliar, dan pembiayaan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) naik 32,59 persen dari Rp59 miliar menjadi Rp78 miliar.

“Masyarakat Indonesia saat ini semakin selektif dalam memilih instrumen investasi dan kebutuhan jangka panjang di tengah dinamika daya beli masyarakat. Keuangan syariah memberikan kepastian tanpa unsur spekulasi, yang menjadi nilai tambah bagi nasabah,โ€ ujar Bukit dalam acara Kick Off BCA Syariah Journalist Competition 2026 Sahabat Berkahmu, dengan tema โ€œMembaca Arah dan Tren Bisnis Konsumer Syariah, in this Economyโ€ di Jakarta, Rabu (30/09/2026) lalu. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom