RUZKA INDONESIA โ PepsiCo mengumumkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan lima startup dalam program Greenhouse Program APAC 2026: The IMPACT Edition pada Kamis (16/10/2026) di Jakarta.
Lima alumni yang terlibat adalah Adiona, Bali Waste Cycle, Beijing AIForce Tech (BAIFT), Takachar, dan X-Centric Sciences. Selama tujuh bulan, kelima startup berkolaborasi dengan tim lintas fungsi PepsiCo untuk mengkaji aspek teknis, operasional, dan komersial solusi keberlanjutan.
“Kolaborasi lintas sektor dan kapabilitas akan semakin dibutuhkan untuk membangun bisnis yang tangguh dan terus bertumbuh di kawasan Asia Pasifik,” ujar CEO Asia Pacific PepsiCo Anne Tse.
Program ditutup dengan LoI untuk menjajaki penerapan komersial. Beijing AIForce Tech menindaklanjuti sewa komersial traktor listrik 140HP berdurasi lima tahun dengan PepsiCo China dan pengujian model baru 180HP yang dijadwalkan rampung akhir 2026.
Bali Waste Cycle menjajaki perluasan pengumpulan dan daur ulang kemasan fleksibel bersama PepsiCo Indonesia. Hasil pemulihan kemasan makanan ringan telah dimanfaatkan menjadi papan penunjuk jalan di Denpasar dan Gianyar, Bali.
Adiona menindaklanjuti optimasi rute berbasis AI untuk efisiensi armada dan penjajakan optimasi jaringan logistik di China dan Thailand. X-Centric melanjutkan uji coba lapangan teknologi soil intelligence bersama tim pertanian PepsiCo di Australia menjelang peluncuran komersial tahun depan. Takachar menjajaki penerapan teknologi portabel pengubah residu pertanian menjadi biochar di rantai nilai pertanian Asia Pasifik.
Sejak 2023, PepsiCo Greenhouse Program APAC telah menggandeng 30 startup dan mendukung 22 proyek percontohan di bidang pertanian berkelanjutan, ketahanan iklim, dan ekonomi sirkular. Program edisi 2026 didukung mitra seperti Artesian, AgFunder Asia, AgriFutures growAG, Better Earth Ventures, Circulate Capital, dan Suntory PepsiCo Beverages. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar