RUZKA INDONESIA — Kebiasaan mengonsumsi makanan instan, gorengan, serta makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak perlu mulai dikurangi sejak usia sekolah.
RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang kepada para pelajar.
Edukasi mengangkat tema Gizi Seimbang dan Konsumsi Makanan Sehat disampaikan dalam Penyuluhan Kesehatan Sekolah di SMPN 16 Depok pada (16/09/2026) lalu.
Penyuluhan tersebut mengajak siswa lebih memahami kebutuhan gizi sekaligus membiasakan diri memilih makanan yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan mengenai gizi perlu diberikan sejak usia sekolah. Sebab, pada masa pertumbuhan, pelajar membutuhkan asupan makanan yang cukup dan beragam untuk menunjang aktivitas serta proses belajar.
โAnak-anak perlu mengetahui makanan apa saja yang dibutuhkan tubuh. Gizi seimbang bukan hanya soal makan sampai kenyang, tetapi bagaimana makanan yang dikonsumsi memenuhi kebutuhan tubuh,โ ujar Indriati Direktur RSUD ASA Kota Depok, Indriati dalam keterangan yang diterima, Ahad (04/10/2026).
Pentingnya Aktivitas Fisik
Dalam penyuluhan, para siswa dikenalkan dengan berbagai unsur gizi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral.
Selain asupan makanan, mereka juga diingatkan pentingnya aktivitas fisik, mencukupi kebutuhan air putih, serta menjaga kebersihan.
Pemenuhan gizi yang baik turut berperan dalam mendukung pertumbuhan dan aktivitas pelajar.
Sebaliknya, kekurangan maupun kelebihan gizi dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, termasuk pertumbuhan dan konsentrasi saat belajar.
โKalau kebutuhan gizinya terpenuhi, anak-anak bisa lebih sehat, punya energi untuk beraktivitas dan lebih berkonsentrasi saat belajar. Karena itu, asupan makanan sehari-hari perlu diperhatikan,โ jelas Indriati.
Para siswa juga diajak lebih bijak dalam memilih jajanan maupun makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Kurangi Kebiasaan Makan Gorengan
Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak perlu dibatasi, termasuk mengurangi kebiasaan terlalu sering mengonsumsi gorengan dan makanan cepat saji.
Sebagai gantinya, siswa dianjurkan memilih makanan yang lebih beragam.
Bekal dari rumah dapat diisi dengan komposisi makanan yang mencakup sumber karbohidrat, lauk sebagai sumber protein, sayur, buah, serta air putih.
โBukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi makanan tinggi gula, garam, dan lemak perlu dibatasi. Anak-anak bisa mulai membiasakan membawa bekal yang lebih beragam, ada karbohidrat, lauk, sayur, buah, dan air putih,โ ungkap Indriati.
Menurut Indriati, kebiasaan sederhana dalam memilih makanan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat yang diterapkan pelajar, baik di sekolah maupun di rumah.
Melalui kegiatan ini, RSUD ASA berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman di dalam kelas.
Konsumsi Makanan Sehat Sejak Dini
Para siswa diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga kebiasaan mengonsumsi makanan sehat terbentuk sejak dini.
โKami berharap anak-anak bisa menerapkan apa yang sudah disampaikan dalam kesehariannya. Dengan pola akan yang lebih sehat dan seimbang, mereka bisa tumbuh dengan baik dan tetap memiliki energi untuk belajar maupun beraktivitas,โ tukas Indriati. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar