RUZKA INDONESIA — Universitas Indonesia (UI) memperkuat komitmen pengabdian masyarakat (pengmas) melalui program Pharmabridge UI x UiTM yang dikoordinasi oleh Fakultas Farmasi (FFUI).
Berlokasi di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kegiatan yang digelar pada pertengahan September lalu ini mengusung tema โInovasi Produk Teh Nilam untuk Relaksasi dalam Upaya Pemberdayaan Petani di Kecamatan Cigombongโ.
UI menggandeng Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia untuk mengolah potensi lokal nilam menjadi produk bernilai tambah sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat setempat.
Program yang didanai melalui Hibah Penugasan Pengabdian Masyarakat Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS UI) 2026 ini menyasar petani dan pelaku UMKM di Cigombong, yang merupakan kecamatan paling selatan di Kabupaten Bogor.
Selama ini, pemanfaatan hasil panen nilam di daerah tersebut masih terbatas pada penjualan bahan mentah (raw material) dengan nilai ekonomis yang relatif rendah.
Program Pharmabridge bertujuan membekali masyarakat dengan edukasi mengenai manfaat farmakologis daun nilam, lokakarya pengolahan teh herbal untuk relaksasi, strategi pengemasan produk, hingga teknik pemasaran digital.
Sentuhan Inovasi Farmasi
Dosen FFUI sekaligus Ketua Tim Pengmas, Dr. apt. Donna Maretta Ariestanti, S.Farm., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa sentuhan inovasi farmasi sangat penting untuk mengerek nilai jual komoditas lokal.
โMelalui Pharmabridge, kami ingin melihat potensi nilam tidak hanya sebagai komoditas yang dijual dalam bentuk bahan baku, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat,โ ujar Dona dalam siaran pers yang diterima, Jumat (02/10/2026).
Dr. Donna menambahkan, โProgram ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengolahan teh nilam, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai pengemasan dan pemasaran agar inovasi yang dihasilkan memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.โ
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas organ dan institusi, mulai dari Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) FFUI, Pemerintah Kecamatan Cigombong, hingga mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan UiTM, yang sekaligus menjadi ajang benchmarking praktik pengmas di bidang farmasi antarnegara.
Rangkaian lokakarya mencakup pengeringan daun nilam, pencampuran (blending) dengan bahan pelengkap seperti serai, rosella, bunga telang, atau jeruk nipis, hingga uji penerimaan organoleptik.
Pelatihan pemasaran digital juga diselenggarakan, yang mencakup pembuatan konten promosi media sosial, fotografi produk via ponsel, hingga pengelolaan lokapasar (marketplace).
Perluasan Program ke Sektor Hulu
Pelatihan ini disampaikan langsung oleh mahasiswa UiTM, Nurul Ain Najwa binti Mohd Azmin dan Ahmad Izlan Danish bin Nor Azri.
Dosen pembimbing dari Fakulti Farmasi UiTM Malaysia, Dr. Aida Azlina Ali, mengapresiasi tinggi ruang kolaborasi yang digagas UI.
โSebuah kesempatan yang sangat berharga untuk bisa belajar dan bekerja sama dengan UI, sekaligus melihat langsung bagaimana pengabdian masyarakat di bidang farmasi dijalankan di sini. Semoga apa yang kita mulai bersama hari ini bisa terus bermanfaat, bukan hanya untuk kami, tapi juga untuk masyarakat Cigombong,โ tutur Dr. Aida.
Sebagai langkah lanjutan, tim Pharmabridge merencanakan perluasan program ke sektor hulu melalui kerja sama budidaya nilam bersama Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (UNPAD) guna menjamin ketersediaan bahan baku secara konsisten.
Selain itu, program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG Poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta SDG Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Keberhasilan program Pharmabridge yang dijalankan UI secara kolaboratif dengan UiTM membuktikan bahwa kepakaran ilmu farmasi mampu ditransformasikan secara hilir menjadi solusi ekonomi kreatif yang inklusif, mandiri, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa serta kedaulatan komoditas lokal bangsa Indonesia. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar