RUZKA INDONESIA — Mayjen TNI (pur) Dr. H. Ahmad Yani Basuki kembali memimpin Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI).
Terpilihnya Ahmad Yani setelah para muktamirin mencalonkannya kembali dan dengan suarat bulat dari 23 Wilayah dan 47 Pengurus Daerah yang berhak memberikan suara menyatakan setuju atas pencalonannya.
Sidang yang dipimpin Hj. Nurhasanah itu pun akhirnya menetapkan Ahmad Yani sebagai Ketua Umum, setelah muktamirin menyatakan setuju untuk ditetapkan sebagai Ketua Umum terpilih.
Dalam visi dan misinya sebelum dinyatakan terpilih, Ahmad Yani menjelaskan akan terus berkomitmen mendahulukan konsolidasi, searah dengan semangat pemerintahan yang mewujudkan asta cita menuju Indonesia Emas 1945.
“Berbarengan itu juga akan merespon harapan Kepala BRIN Prof Arif Satria yang memberikan keynote speech, untuk berkolaborasi melakukan penguatan jaringan energi dan air,” ujar Ahmad Yani.
Sedangkan dibidang perhajian akan mendorong pemerintah meningkatkan kualitas pembinaan petugas haji, pemberangkatan haju dan pembinaan alumni haji.
Usul Buka Bandara Lain Sebagai Embarkasi
Selain memilih kembali Ahmad Yani, Muktamar kali ini juga merekomendasikan agar pemerintah membuka bandara lain sebagai Embarkasi penuh untuk menghemat biaya dan kesehatan haji jamaah haji.
Muktamar VIII berlangsung di Hotel Maxone Jalan Wachid Hasyim, berlangsung semarak karena IPHI di bawah pimpinan Ahmad Yani sangat solid.
Hadir 23 Pengurus Wilayah serta 47 pengurus Daerah, Dewan Pembina, Dewan Pengarah, para undangan dan ormas Islam. Sebelumnya saat acara makan malam dan silaturahmi juga hadir Pengurus MUI, dan juga ormas lain.
“Kami dari Bangka Belitung mengikuti terus perkembangan IPHI 20 tahun lalu. Ternyata pertaliannya atau sanadnya nyambung terus, sehingga inilah kepemimpinan organisasi IPHI yang terjaga, meski kita tahu ada dinamika di dalamnya, tapi kaminyabg hadir tetap solid bahkan sebaiknya kita kembali bersatu menjadikan IPHI sebagai rumah besar persaudaraan haji merawat haji mabrur,” ungka Andi Kusuma dari Bangka Belitung. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Editor: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar