Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Dukung Green Port, PLN-Pelindo Resmikan 2 Unit Onshore Power Supply di Tanjung Priok

Dukung Green Port, PLN-Pelindo Resmikan 2 Unit Onshore Power Supply di Tanjung Priok

Tampak petugas PLN dan Pelindo sedang melakukan koordinasi di depan dua unit _Onshore Power Supply_(OPS) dengan total kapasitas 1 MVA di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lewat sistem OPS ini, listrik dari jaringan PLN disalurkan ke kapal melalui fasilitas konversi yang mendukung kebutuhan kapal dengan frekuensi 50 hertz (Hz) maupun 60 Hz, sehingga mampu melayani dua hingga empat kapal secara bersamaan. (Foto: PLN/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) dengan total kapasitas 1 megavolt ampere (MVA) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (16/9). Fasilitas ini menjadi unit pertama dari program pengembangan 24 unit OPS di Tanjung Priok sebagai bagian dari sinergi kedua pihak dalam mendukung efisiensi dan dekarbonisasi sektor maritim.

Dua unit OPS yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), perusahaan patungan (joint venture) antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim tersebut masing-masing berkapasitas 500 kilovolt ampere (kVA). Fasilitas ini memungkinkan kapal yang sedang bersandar mematikan mesin diesel dan beralih menggunakan pasokan listrik yang lebih efisien dan bersih dari darat.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas Onshore Power Supply (OPS) selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkelanjutan di sektor maritim melalui pengembangan Green Port.

โ€œKehadiran fasilitas OPS di Tanjung Priok menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari kapal selama bersandar di pelabuhan. Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,โ€ ujar Darmawan.

Dirinya menambahkan, penyediaan listrik untuk fasilitas OPS menunjukkan kesiapan infrastruktur kelistrikan PLN dalam mendukung kebutuhan energi di kawasan pelabuhan.

Izin 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu Dicabut, Negara Rugi Rp89 Triliun

โ€œDukungan kelistrikan yang andal merupakan salah satu komitmen PLN dalam mengakomodir kebutuhan energi bersih di kawasan pelabuhan maupun industri skala besar. Ini adalah bentuk sinergi BUMN dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhan melalui pemanfaatan energi domestik, sekaligus mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan,โ€ ucap Darmawan.

Direktur Utama PT Pelindo (Persero), Achmad Muchtasyar mengatakan, pengoperasian OPS menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi kawasan pelabuhan menuju operasional yang lebih hijau dan efisien.

โ€œOPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal. Kami ingin membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya semakin produktif, tetapi juga semakin berkelanjutan,โ€ kata Achmad.

Fasilitas OPS di DSN, Tanjung Priok ini menjadi yang pertama di Indonesia yang lulus uji standar internasional IEC/IEEE 80005-3:2025. Keandalannya telah teruji melalui serangkaian uji coba penyambungan penuh pada Juli lalu, yang memungkinkan seluruh genset kapal dimatikan selama bersandar. Melalui sistem OPS ini, listrik dari jaringan PLN disalurkan ke kapal melalui fasilitas konversi yang mendukung kebutuhan kapal dengan frekuensi 50 hertz (Hz) maupun 60 Hz, sehingga mampu melayani dua hingga empat kapal secara bersamaan.

Direktur Utama PT Energi Pelabuhan Indonesia, Andriyuda Siahaan mengatakan, pengembangan OPS rencananya akan dilakukan secara bertahap mulai dari kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 24 unit pada 2027 dan berpotensi direplikasi ke terminal multipurpose, dermaga umum, serta pelabuhan lain hingga mencapai 123 unit OPS pada 2050.

Opini Lukas Luwarso: Kisah Koboi Purbaya dalam Lanskap Indonesia

Sementara itu, melalui hasil uji coba OPS di Tanjung Priok, lanjut Andriyuda, menunjukkan adanya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan dalam satu kali sandar.

โ€œKita lakukan uji coba, tidak sampai 24 jam efisiensinya mencapai sekitar 700 liter (setara 50 hingga 60 persen per hari sandar). Tidak sampai 24 jam,โ€ ujar Andriyuda.

Ia menambahkan, manfaat dari efisiensi tersebut akan semakin besar apabila penerapan OPS dilakukan secara lebih luas. Melalui implementasi penuh pada 24 unit berkapasitas total 12 MVA yang rencananya akan dibangun, potensi penghematan BBM diperkirakan mencapai sekitar 4โ€“5 juta liter per tahun, dengan potensi penurunan emisi hingga sekitar 8โ€“10 ribu ton CO2 per tahun.

Selain menekan emisi karbon, penggunaan listrik dari darat juga mengurangi polusi udara, kebisingan, dan getaran yang ditimbulkan dari kapal selama bersandar. Dari sisi kualitas pasokan, hasil uji coba menunjukkan tegangan listrik juga berada pada level stabil.

โ€œHasil uji coba OPS di Tanjung Priok membuktikan bahwa elektrifikasi pelabuhan memberikan dampak yang terukur, mulai dari penghematan bahan bakar hingga 60 persen per hari sandar, penurunan emisi karbon sekitar 1,5 ton CO2 per hari sandar, hilangnya asap dan kebisingan genset, hingga kualitas daya listrik yang jauh lebih stabil bagi kapal,โ€ tutup Andriyuda. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Nilai Kontrak Rp3,85 Triliun, INKA Kebut Uji Coba 8 Trainset KRL Baru KAI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom