RUZKA INDONESIA — Tangisan anak-anak terdengar dari Aula Kanyawasistha Tatag Trawang Tungga, Polres Majalengka, Jumat, 11 September 2026.
Puluhan anak sedang mengikuti khitanan massal yang digelar Sie Dokkes Polres Majalengka bekerja sama dengan Klinik Khitan Eco Tika Husada Bantarujeg.
Sebagian anak menangis ketika proses khitan berlangsung. Tangisan itu kemudian menular kepada peserta lain yang berada di sekitar mereka.
Juned, salah seorang orang tua peserta, mengatakan anaknya menangis setelah melihat anak-anak lain melakukan hal serupa. Menurut dia, anaknya ikut terbawa suasana.
“Iya tadi anak saya menangis karena terbawa suasana, yang lain ikut nangis,” kata Juned.
Di tengah tangisan tersebut, kegiatan khitanan massal tetap berlangsung. Anak-anak dan orang tua mereka juga diajak berkeliling menggunakan mobil patroli kepolisian.
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan khitanan massal itu merupakan bagian dari kegiatan bhakti kesehatan yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Majalengka.
“Kegiatan massal ini sebuah kerja sama Forkopimda,” kata Aldy.
Menurut Aldy, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Forkopimda terhadap masyarakat. Ia mengaitkannya dengan upaya mewujudkan Majalengka yang Langkung Sae.
Panitia semula menargetkan 100 anak mengikuti khitanan massal. Namun, hingga kegiatan berlangsung, jumlah peserta yang terdaftar baru mencapai 40 anak.
“Ditargetkan 100 untuk peserta sunatan massal, namun yang terdaftar baru 40. Insyaallah akan digelar di gelombang selanjutnya,” ujar Aldy.
Kegiatan berikutnya, kata Aldy, akan menyasar anak-anak yang belum mengikuti khitanan pada gelombang pertama.
Khitanan massal tersebut menjadi salah satu bentuk kegiatan pelayanan sosial yang dilakukan melalui kerja sama kepolisian dengan unsur pemerintah daerah.
Bagi sebagian peserta, kegiatan itu sekaligus menjadi pengalaman pertama menjalani proses khitan di tengah suasana yang berbeda dari biasanya dengan suara tangisan sesama peserta yang silih berganti terdengar di dalam aula. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar