Nasional
Beranda ยป Berita ยป Sunatan Massal di Polres Majalengka Diikuti 40 Anak, Tangisan Warnai Proses Khitan

Sunatan Massal di Polres Majalengka Diikuti 40 Anak, Tangisan Warnai Proses Khitan

Kapolres Majalengka, M. Aldy Sulaiman sambut puluhan peserta khitan. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Tangisan anak-anak terdengar dari Aula Kanyawasistha Tatag Trawang Tungga, Polres Majalengka, Jumat, 11 September 2026.

Puluhan anak sedang mengikuti khitanan massal yang digelar Sie Dokkes Polres Majalengka bekerja sama dengan Klinik Khitan Eco Tika Husada Bantarujeg.

Sebagian anak menangis ketika proses khitan berlangsung. Tangisan itu kemudian menular kepada peserta lain yang berada di sekitar mereka.

Juned, salah seorang orang tua peserta, mengatakan anaknya menangis setelah melihat anak-anak lain melakukan hal serupa. Menurut dia, anaknya ikut terbawa suasana.

“Iya tadi anak saya menangis karena terbawa suasana, yang lain ikut nangis,” kata Juned.

Setelah 19 kali Beraksi, 3 Pelaku Pembobol Minimarket Diamankan Polres Garut

Di tengah tangisan tersebut, kegiatan khitanan massal tetap berlangsung. Anak-anak dan orang tua mereka juga diajak berkeliling menggunakan mobil patroli kepolisian.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan khitanan massal itu merupakan bagian dari kegiatan bhakti kesehatan yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Majalengka.

“Kegiatan massal ini sebuah kerja sama Forkopimda,” kata Aldy.

Menurut Aldy, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Forkopimda terhadap masyarakat. Ia mengaitkannya dengan upaya mewujudkan Majalengka yang Langkung Sae.

Panitia semula menargetkan 100 anak mengikuti khitanan massal. Namun, hingga kegiatan berlangsung, jumlah peserta yang terdaftar baru mencapai 40 anak.

Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri, MIND ID Ajak Perluas Perspektif Publik Mengenai Pengelolaan Mineral Indonesia

“Ditargetkan 100 untuk peserta sunatan massal, namun yang terdaftar baru 40. Insyaallah akan digelar di gelombang selanjutnya,” ujar Aldy.

Kegiatan berikutnya, kata Aldy, akan menyasar anak-anak yang belum mengikuti khitanan pada gelombang pertama.

Khitanan massal tersebut menjadi salah satu bentuk kegiatan pelayanan sosial yang dilakukan melalui kerja sama kepolisian dengan unsur pemerintah daerah.

Bagi sebagian peserta, kegiatan itu sekaligus menjadi pengalaman pertama menjalani proses khitan di tengah suasana yang berbeda dari biasanya dengan suara tangisan sesama peserta yang silih berganti terdengar di dalam aula. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Layanan Haji, Depok Sediakan Masjid Dhuyufurrahman hingga Hibah Lahan Kantor Kemhaj

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom