Nasional
Beranda ยป Berita ยป Digitalisasi Bansos Nasional Siap Diluncurkan, Meutya: Sistem Harus Andal untuk 50 Juta Pengguna

Digitalisasi Bansos Nasional Siap Diluncurkan, Meutya: Sistem Harus Andal untuk 50 Juta Pengguna

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan pers kepada awak media terkait Putusan MK tentang Kuota Internet Tidak Boleh Hangus di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Komdigi/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Sekitar 50 juta masyarakat diproyeksikan akan mengakses portal digitalisasi bantuan sosial (bansos) saat layanan tersebut diterapkan secara nasional.

Untuk mencegah gangguan dan memastikan keamanan data, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan stress test dan load test sebelum rollout nasional pada Oktober 2026*.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan kapasitas dan keamanan sistem menjadi perhatian utama pemerintah karena besarnya jumlah pengguna.

“Pelayanan harus andal, dan karena itu kita tahu ini menyangkut tadi kurang lebih angkanya 50 juta masyarakat yang kemungkinan secara bersamaan akan mengakses portal ini,” ujar Meutya usai Rapat Koordinasi Persiapan Rollout Nasional di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Kemkomdigi akan menguji kemampuan sistem menghadapi lonjakan akses bersama *Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pengujian tidak hanya mengukur kapasitas layanan, tetapi juga memastikan keamanan sistem dan perlindungan data masyarakat.

Polda Metro Jaya dan PLN Perkuat Pengamanan Aset Kelistrikan Jakarta

“Kita tadi juga sudah sepakat di bawah arahan Pak Luhut untuk melakukan stress test dan load test, bekerja sama tentu dengan BSSN untuk memastikan tadi keandalannya,” kata Meutya.

Pemerintah juga akan mengatur pola akses masyarakat untuk menghindari penumpukan permintaan pada waktu yang sama. Menurut Meutya, gangguan layanan saat rollout dapat langsung berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan akses.

Piloting ke Nasional dan Mekanisme Sanggah
Digitalisasi bansos saat ini telah melalui tahap piloting di sejumlah daerah. Pemerintah kemudian menyiapkan perluasan layanan hingga mencakup seluruh wilayah.

“Masyarakat sangat antusias, ini ditunggu-tunggu, dan karena itu, kita akan lakukan roll out nasional, tidak hanya lagi di 215 kabupaten,” ujar Meutya.

Selain sistem, akurasi data penerima juga menjadi bagian penting. Untuk itu, Kemkomdigi dan K/L terkait telah menyiapkan mekanisme sanggah secara digital. Masyarakat dapat mengajukan koreksi jika menemukan data yang tidak sesuai.

Cukuplah Islam Ala Rasulullah SAW

“Ketika ada data yang salah, silakan, kita juga sudah menyiapkan mekanisme sanggah secara sistem. Mekanisme sanggah juga sudah siap untuk kemudian data selalu diperbaiki,” ujar Meutya.

Dengan mekanisme ini, pemutakhiran data dapat terus dilakukan setelah layanan berjalan. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom