RUZKA INDONESIA – Kebutuhan rumah yang terus berubah dan kebiasaan harian keluarga membentuk cara kita memanfaatkan fungsi rumah. Hal ini jadi fokus IKEA Indonesia dan Wonderwhy SEA dalam studi terbaru bertema “Clean Sleeper”, yang membahas hubungan antara kebiasaan masyarakat Asia Tenggara, kehidupan di rumah, dan waktu untuk beristirahat.
Acara yang digelar di Tangerang, 14 Agustus 2026 ini menghadirkan data dari IKEA Home Visit dan Life at Home, serta perspektif budaya dari Wonderwhy tentang cara orang Asia Tenggara menjalani hidup dan beristirahat.
Bagi IKEA, rumah yang mendukung kehidupan sehari-hari bukan berarti harus punya barang lebih sedikit. Justru banyak barang yang disimpan karena memiliki fungsi, cerita, atau nilai personal.
“Kami selalu mulai mendesain dari cara orang menjalani hari-harinya di rumah. Ketika sebuah barang tetap disimpan meski jarang digunakan, kami ingin tahu apa yang membuat barang itu penting bagi pemiliknya. Dari sana, kami bisa melihat kebutuhan penyimpanan yang lebih relevan untuk masyarakat,” ujar Ardan Hanafi, Country Home Furnishing & Retail Design Manager IKEA Indonesia.
Fakta Unik Kamar Tidur Keluarga Asia Tenggara
Pengamatan IKEA menemukan hal menarik di kamar tidur. Di sebagian rumah, anak sudah punya kamar sendiri sejak usia 5 tahun. Tapi kamar itu tidak selalu dipakai untuk tidur.
Kamar justru jadi tempat bermain, belajar, sekaligus menyimpan barang. Sementara anaknya masih tidur bareng orang tua, entah di kasur yang sama atau di kasur sendiri di kamar orang tua.
Di kamar orang dewasa juga sama. Pakaian, tas, buku, dan aksesori sering menumpuk di sekitar lemari atau tempat tidur karena belum ada tempat penyimpanan yang pas. Seiring berubahnya kebutuhan keluarga, fungsi ruang dan barang yang disimpan juga ikut berubah.
“Kami tidak ingin orang terus menyesuaikan hidupnya dengan perabot. Justru perabot yang perlu mengikuti perubahan hidup mereka. Ketika kebutuhan keluarga berubah, kami ingin desain kami membantu mereka menjalani hari-hari dengan lebih mudah,” tambah Ardan.
Tidur Bukan Hanya di Akhir Hari
Dari sisi budaya, Wonderwhy melihat tidur bukan sekadar aktivitas di penghujung hari. Di Asia Tenggara, ritme kerja, kehidupan sosial, lingkungan tempat tinggal, hingga kebiasaan main layar sangat memengaruhi kualitas istirahat.
Cara orang beristirahat pun mencerminkan nilai, kebiasaan, dan konteks budaya mereka.
Melihat hubungan itu, IKEA merancang solusi penyimpanan yang bukan hanya menambah kapasitas, tapi membuat barang mudah ditemukan, digunakan, dan dikembalikan.
Beberapa contohnya:
- Sistem PAX: Bisa atur kombinasi ruang gantung, rak, laci, dan aksesori sesuai kebutuhan
- LASTARE: Penyimpanan fleksibel untuk berbagai kebutuhan di rumah
- Pemanfaatan area vertikal: Dinding dan ruang di bawah tempat tidur untuk memaksimalkan ruang
“Kami tidak ingin mendefinisikan rumah yang baik dari seberapa sedikit barang yang ada di dalamnya. Kami ingin membantu orang menggunakan ruangnya dengan lebih baik, sehingga barang, aktivitas, dan kebutuhan yang penting bagi mereka bisa tetap punya tempat,” tutup Ardan. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com










