Bisnis
Beranda » Berita » IKEA dan Wonderwhy: Cara Keluarga Asia Tenggara Luangkan Ruang untuk Istirahat

IKEA dan Wonderwhy: Cara Keluarga Asia Tenggara Luangkan Ruang untuk Istirahat

Jonathan F. Pelmelay (kiri), Interior Design Manager IKEA Alam Sutera; Cynthia Darman, Commercial Officer Wonderwhy SEA; Monique Catharina, Editorial Designer Wonderwhy SEA; Hana Irena, Editor-in-Chief Wonderwhy SEA; dan Ardan Hanafi, Country Home Furnishing & Retail Design Manager IKEA Indonesia, dalam acara IKEA x Wonderwhy SEA, “A Home for Everything in Your Home”, di IKEA Alam Sutera, Tangerang, Jumat (14/8/2026). (Foto: dok Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA – Kebutuhan rumah yang terus berubah dan kebiasaan harian keluarga membentuk cara kita memanfaatkan fungsi rumah. Hal ini jadi fokus IKEA Indonesia dan Wonderwhy SEA dalam studi terbaru bertema “Clean Sleeper”, yang membahas hubungan antara kebiasaan masyarakat Asia Tenggara, kehidupan di rumah, dan waktu untuk beristirahat.

Acara yang digelar di Tangerang, 14 Agustus 2026 ini menghadirkan data dari IKEA Home Visit dan Life at Home, serta perspektif budaya dari Wonderwhy tentang cara orang Asia Tenggara menjalani hidup dan beristirahat.

Bagi IKEA, rumah yang mendukung kehidupan sehari-hari bukan berarti harus punya barang lebih sedikit. Justru banyak barang yang disimpan karena memiliki fungsi, cerita, atau nilai personal.

“Kami selalu mulai mendesain dari cara orang menjalani hari-harinya di rumah. Ketika sebuah barang tetap disimpan meski jarang digunakan, kami ingin tahu apa yang membuat barang itu penting bagi pemiliknya. Dari sana, kami bisa melihat kebutuhan penyimpanan yang lebih relevan untuk masyarakat,” ujar Ardan Hanafi, Country Home Furnishing & Retail Design Manager IKEA Indonesia.

Fakta Unik Kamar Tidur Keluarga Asia Tenggara

PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026

Pengamatan IKEA menemukan hal menarik di kamar tidur. Di sebagian rumah, anak sudah punya kamar sendiri sejak usia 5 tahun. Tapi kamar itu tidak selalu dipakai untuk tidur.

Kamar justru jadi tempat bermain, belajar, sekaligus menyimpan barang. Sementara anaknya masih tidur bareng orang tua, entah di kasur yang sama atau di kasur sendiri di kamar orang tua.

Di kamar orang dewasa juga sama. Pakaian, tas, buku, dan aksesori sering menumpuk di sekitar lemari atau tempat tidur karena belum ada tempat penyimpanan yang pas. Seiring berubahnya kebutuhan keluarga, fungsi ruang dan barang yang disimpan juga ikut berubah.

“Kami tidak ingin orang terus menyesuaikan hidupnya dengan perabot. Justru perabot yang perlu mengikuti perubahan hidup mereka. Ketika kebutuhan keluarga berubah, kami ingin desain kami membantu mereka menjalani hari-hari dengan lebih mudah,” tambah Ardan.

Tidur Bukan Hanya di Akhir Hari

Peringati Hari Kemerdekaan, Evenciio Apartement Depok akan Kibarkan Kain Merah Putih Raksasa dari Lantai 37

Dari sisi budaya, Wonderwhy melihat tidur bukan sekadar aktivitas di penghujung hari. Di Asia Tenggara, ritme kerja, kehidupan sosial, lingkungan tempat tinggal, hingga kebiasaan main layar sangat memengaruhi kualitas istirahat.

Cara orang beristirahat pun mencerminkan nilai, kebiasaan, dan konteks budaya mereka.

Melihat hubungan itu, IKEA merancang solusi penyimpanan yang bukan hanya menambah kapasitas, tapi membuat barang mudah ditemukan, digunakan, dan dikembalikan.

Beberapa contohnya:

  • Sistem PAX: Bisa atur kombinasi ruang gantung, rak, laci, dan aksesori sesuai kebutuhan
  • LASTARE: Penyimpanan fleksibel untuk berbagai kebutuhan di rumah
  • Pemanfaatan area vertikal: Dinding dan ruang di bawah tempat tidur untuk memaksimalkan ruang

“Kami tidak ingin mendefinisikan rumah yang baik dari seberapa sedikit barang yang ada di dalamnya. Kami ingin membantu orang menggunakan ruangnya dengan lebih baik, sehingga barang, aktivitas, dan kebutuhan yang penting bagi mereka bisa tetap punya tempat,” tutup Ardan. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Semangat Kemerdekaan, PLN Icon Plus Perkuat Akses Pendidikan Digital Anak Indonesia

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom