RUZKA INDONESIA — Di bawah naungan kanopi hijau Hutan Kampus Universitas Indonesia, Depok, sebuah ritual akan kembali menemukan panggungnya.
Pada Sabtu pagi 29 Agustus 2026, sejuknya udara pagi tidak hanya akan membawa gesekan daun, melainkan laras gending yang sarat doa.
Kolaborasi antara Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Komoenitas Makara, dan Urban Spiritual Indonesia siap menggelar acara “Wayangan Ruwat Hutan”, sebuah simfoni spiritual untuk memulihkan hubungan manusia dengan semesta.
Ruwat bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah ritus penyucian. Di tengah modernitas kampus yang dinamis, pergelaran wayang purwa ini hadir sebagai pengingat bahwa alam adalah ibu yang harus dirawat.
Ketika bayang-bayang kelir menyatu dengan siluet pepohonan magis Hutan UI, hadirin akan diajak menyelami filosofi mendalam tentang keseimbangan ekologis yang kian terkikis waktu.
Acara ini menjadi momentum langka di mana panggung kebudayaan, ruang akademik, dan pemegang kebijakan negara melebur dalam satu napas spiritualitas.
Hutan Depok pagi itu tidak hanya menjadi latar, tetapi saksi bisu dari ikhtiar memulihkan jiwa Nusantara yang merindukan harmoni alam.
Panitia menurut rencana akan membuka pendaftaran online secara Gratis untuk masyarakat yang akan hadir dalam acara ini sekaligus mengikuti kirab dari Gedung Direktorat Kebudayaan UI menuju Hutan UI.
Adapun panitia akan memberlakukan dresscode untuk peserta dan tamu undanan yang akan ambil bagian dalam acara ini yaitu wajib menggunakan pakaian Wastra Nusantara. (***)
Sumber: Humas Komoenitas Makara
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com







Komentar