Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Kemnaker Ajak Perusahaan Manfaatkan Super Tax Deduction untuk Latih Pekerja

Kemnaker Ajak Perusahaan Manfaatkan Super Tax Deduction untuk Latih Pekerja

Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Foto: Dok Kemnaker/Ruzka Indonesia

RUZKA INDONESIA โ€“ Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak perusahaan memanfaatkan insentif pajak Super Tax Deduction (STD) untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja.

STD adalah insentif perpajakan yang memberikan pengurangan penghasilan bruto hingga 200 persen atas biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan vokasi, termasuk pelatihan dan pemagangan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi, dalam Webinar Ketenagakerjaan bertema “Optimalisasi Pemanfaatan Super Tax Deduction (STD) dalam Penyiapan SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing” di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Anwar menegaskan peningkatan kapasitas dan produktivitas tenaga kerja merupakan fondasi penting membangun perekonomian yang kompetitif. Karena itu, pemerintah terus memperkuat program pengembangan SDM, mulai dari Pelatihan Vokasi Nasional hingga Program Pemagangan Nasional.

“Pengembangan kompetensi tenaga kerja tidak boleh lagi dilihat hanya sebagai biaya operasional perusahaan. Ini adalah investasi jangka panjang yang berdampak nyata, baik bagi kemajuan perusahaan itu sendiri maupun bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Anwar.

Akad Massal 62.000 Unit KPR Subsidi, Komdigi Perluas Internet Hingga 97,45%

Menurutnya, kehadiran kebijakan STD menjadi langkah strategis mendorong keterlibatan dunia usaha. Dengan skema ini, investasi pelatihan tidak lagi bertumpu pada anggaran pemerintah, tetapi juga didorong melalui partisipasi aktif sektor swasta.

Pemanfaatan STD Masih Belum Optimal

Meski manfaatnya besar, hasil analisis Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan menunjukkan pemanfaatan STD oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) masih belum optimal. Jumlah perusahaan yang menggunakan insentif tersebut masih relatif sedikit.

Karena itu, Barenbang Ketenagakerjaan terus merumuskan strategi penguatan kebijakan agar pemanfaatan STD semakin luas dan regulasinya semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Anwar berharap webinar ini menghasilkan masukan dan rekomendasi yang memperkuat efektivitas implementasi STD sehingga lebih banyak perusahaan berinvestasi dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja.

Perempuan Pelaku UMKM Didorong Naik Kelas melalui Teknologi Digital

“Mewujudkan tenaga kerja yang berdaya saing adalah kunci menopang pertumbuhan ekonomi. Kita membutuhkan sinergi yang kuat antara pekerja, organisasi usaha, industri, akademisi, dan pemerintah untuk memastikan praktik produksi di Indonesia menjadi lebih berkelanjutan, efisien, dan siap bersaing secara global,” katanya. ***

Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom