Mancanegara
Beranda ยป Berita ยป Lima Tentara Tewas Diserang Gerombolan Bersenjata di Thailand

Lima Tentara Tewas Diserang Gerombolan Bersenjata di Thailand

Lima tentara yang tewas, dan enam pelaku yang terpantau kamera CCTV melintas menggunakan mobil pikap. (Foto: Facebook)
Lima tentara yang tewas, dan enam pelaku yang terpantau kamera CCTV melintas menggunakan mobil pikap. (Foto: Facebook)

Enam pelaku mengenakan pakaian serba hitam menggunakan mobil pikap sebelum melepas tembakan dan melempar bom.

RUZKA INDONESIA–Sekelompok bersenjata melakukan serangan menggunakan senjata api dan bom pipa terhadap pos pemeriksaan di Provinsi Narathiwat, Thailand selatan.

Akibat serangan tersebut lima anggota pasukan ranger paramiliter meninggal dunia dan lima warga sipil mengalami luka, termasuk bocah berusia 10 tahun.

Serangan terjadi pada Rabu (22/7/2026) sore, sekitar pukul 18:45 waktu setempat di Pos Pemeriksaan Buke Sami, Distrik Ra-ngai.

Menurut pasukan keamanan, enam pelaku mengenakan pakaian serba hitam datang menggunakan mobil pikap empat pintu sebelum melepas tembakan dan melempar bom pipa ke pos yang dijaga oleh ranger paramiliter.

Menlu AS Sebut Masa Depan Dunia Tercipta di Asia Tenggara

Seorang pejabat tinggi keamanan mengatakan, setelah serangan tersebut, para penyerang mendekati jasad korban dan mencuri rompi antipeluru serta kantong amunisi sebelum melarikan diri.

Kemudian sekitar pukul 20:50, warga di Distrik Sri Sakhon melaporkan temuan pikap empat pintu berwarna hitam yang terbakar di jalan.

Otoritas keamanan menduga mobil pikap itu merupakan kendaraan yang digunakan pelaku saat serangan dan dibakar untuk menghilangkan jejak DNA serta menghambat penyelidikan.

Laporan intelijen terbaru juga mengindikasikan bahwa pelaku tengah merencanakan serangan bom dan pembakaran yang menyasar kawasan ekonomi strategis di Distrik Sungai Kolok dan Waeng.

Aparat keamanan pun meningkatkan pengamanan secara maksimal di sejumlah kawasan komersial tersebut. Juru bicara militer mengecam serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan.

Banjir dan Tanah Longsor Tewaskan 19 Orang di India

Komando keamanan wilayah menyatakan bahwa penggunaan senjata perang di kawasan perkotaan membahayakan keselamatan jiwa serta harta benda warga sipil yang tidak bersalah, termasuk anak-anak, perempuan, dan warga lanjut usia.

Pihak keamanan menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka, serta berkomitmen untuk menangkap pelaku.

Hingga saat ini aparat setempat masih memburu dua sepeda motor yang diduga digunakan sebagai kendaraan pengintai dan pengawal bagi para penyerang.(***)

Editor: Amiruddin

Grandmaster Catur Judit Polgar Diminta Jadi Presiden Hongaria

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom