Info Kampus
Beranda ยป Berita ยป Doktor Ilmu Susastra UI Bedah Transformasi Estetika Seni Reyog Ponorogo

Doktor Ilmu Susastra UI Bedah Transformasi Estetika Seni Reyog Ponorogo

Dr. Nursilah, yang sukses menjadi doktor baru dari Program Studi Ilmu Susastra, FIB UI. (Foto: Dok Humas UI)

RUZKA INDONESIA — Universitas Indonesia (UI) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus riset unggulan yang mewadahi kajian mutakhir tentang kekayaan budaya bangsa.

Sumbangsih kajian dan pemikiran itu kali ini dipersembahkan oleh Dr. Nursilah, yang sukses menjadi doktor baru dari Program Studi Ilmu Susastra, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB).

Dalam sidang promosi doktor yang digelar pada Sabtu (04/07/2026) dengan dipimpin langsung oleh Dr. Untung Yuwono, S.S. selaku Dekan FIB, Dr.

Nursilah mempertahankan disertasinya yang berjudul โ€œTransformasi Estetika Seni Reyog Ponorogo dalam Proses Kreatif Tiga Grup Reyog di Arena Festival Nasional Reyog Ponorogo.โ€

Penelitian Dr. Nursilah secara komprehensif membedah terjadinya pergeseran ruang sosial dan transformasi estetika yang dimiliki Reyog Ponorogo.

BSI Maslahat Buka Beasiswa untuk Mahasiswa Tak Lolos KIP-K 2026

Kesenian ini berangkat dari wujud awalnya sebagai seni komunal agraris pedesaan menjadi seni pertunjukan kompetitif di panggung prosenium melalui pelembagaan Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP).

Dengan menggunakan penelitian kualitatif bermetode studi kasus berganda, Dr. Nursilah menyelidiki proses kreatif di tiga kelompok Reyog yang memiliki basis sosiologis yang berbeda, yakni Gajah Manggolo (SMAN 1 Ponorogo), Kawulo Bantarangin (representasi komunitas agraris pedesaan Kauman Somoroto), dan Bantarangin Jakarta (paguyuban diaspora urban metropolitan Jakarta).

Selain itu, penyelidikan ini menyilangkan dua teori utama: Teori Performativitas Seni dari Richard Schechner untuk menyoroti ketegangan antara efikasi tradisi dan hiburan panggung, dan Teori Arena Produksi Kultural Pierre Bourdieu yang menyingkap ketimpangan modal ekonomi yang memengaruhi kualitas garapan.

Temuan utama dari riset ini memperlihatkan bagaimana koreografer melakukan rekayasa performatif akibat pembatasan durasi tampil dan standardisasi penilaian juri.

Transformasi ini tampak melalui hibriditas gerak tradisi dengan elemen tari modern Barat (seperti fall and recovery, split, salto, dan pliรฉ), pemadatan musik, pola lantai matematis, hingga transformasi narasi linear menjadi dramatik intens melalui teknik alur balik (flashback) sejak awal pertunjukan.

Seminar Universitas Paramadina: Persiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era AI

Lebih jauh, Dr. Nursilah mengungkap bagaimana latar belakang sosial-ekonomi memengaruhi cara masing-masing kelompok Reyog menyiasati tantangan kompetisi. Bantarangin Jakarta, misalnya, mengandalkan sokongan finansial yang kuat untuk menyewa koreografer profesional asal Ponorogo guna menutupi minimnya pengalaman tradisi para penarinya di perkotaan.

Di sisi lain, grup sekolah seperti Gajah Manggolo menyiasati keterbatasan tersebut lewat kedisiplinan latihan yang ketat guna mencapai gerakan teknik dan formasi panggung yang sangat presisi.

Kebaruan (novelty) akademis yang ditawarkan Dr. Nursilah terletak pada konsep โ€œModal Rasaโ€ (Capital of Sensibility), sebagai perluasan atas konsep modal budaya Bourdieu. Modal Rasa merujuk pada kepekaan estetik, kedalaman penjiwaan karakter (mat-matan), sensibilitas lokal, dan insting organik yang terbentuk secara lisan dalam memori tubuh seniman pedesaan.

Namun, riset ini membuktikan bahwa Modal Rasa milik kelompok lokal desa seperti Kawulo Bantarangin pada akhirnya rentan mengalami kooptasi dan komodifikasi oleh para pemegang modal ekonomi tinggi. Kerentanan ini terjadi melalui mekanisme transaksi kepelatihan komersial, di mana sensitivitas lokal perlahan tergerus oleh standardisasi industri festival.

Bagi masyarakat umum, disertasi ini memberi manfaat yang membuka kesadaran bahwa Reyog Ponorogo bukan sekadar hiburan festival, melainkan warisan budaya yang sarat nilai estetik, sosial, dan spiritual.

Universitas Paramadina sebagai Salah Satu Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik

Temuan ini menegaskan pentingnya tata kelola festival yang berkeadilan agar seniman akar rumput tetap terlindungi, sekaligus memastikan Reyog sebagai kebanggaan Indonesia dapat terus hidup, berkembang, dan dinikmati oleh lintas generasi.

Sidang promosi doktor yang berlangsung khidmat di Auditorium Tjan Tjoe Som, Gedung Hoesein Djajadiningrat, Kampus FIB UI ini dipromotori oleh Shuri Mariasih Gietty, S.Hum., M.A., Ph.D., didampingi Dr. Turita Indah Setyani, S.S., M.Hum. dan Dr. M. Yoesoef, S.S., M.Hum. selaku jajaran Ko-Promotor.

Sementara itu, dewan penguji terdiri atas Dr. Syahrial, S.S., M.Hum., Prof. Dr. Darmoko, S.S., M.Hum., Dr. Ari Prasetiyo, S.S., M.Si., serta Tommy Christomy SSA, A.Md., S.S., M.Hum., Ph.D.

Melalui ujian terbuka ini, Dr. Nursilah berhasil meraih predikat kelulusan โ€œSangat Memuaskanโ€, yang sekaligus menobatkannya sebagai lulusan doktor ke-493 dari FIB UI serta lulusan S3 ke-12 dari Program Studi Ilmu Susastra pada tahun 2026.

Dengan pencapaian ini, Universitas Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai kampus riset unggulan yang tidak hanya berkontribusi pada ilmu pengetahuan global, tetapi juga menjaga dan menghidupkan khazanah budaya bangsa.

UI berkomitmen memastikan kekayaan tradisi Nusantara, seperti Reyog Ponorogo, tetap lestari dan relevan sepanjang zaman bagi generasi bangsa. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom