Nasional
Beranda ยป Berita ยป Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Respon Kebutuhan Damkar

Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Respon Kebutuhan Damkar

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Achmad Fathoni. (Foto: Dok Dwi Retno Sari)

RUZKA INDONESIA — Kebutuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) yang responsif menjadi salah satu aspirasi utama yang mencuat dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan II Masa Sidang III Tahun 2025โ€“2026 yang digelar di Kecamatan Klapanunggal, Rabu (15/07/2026).

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Achmad Fathoni, menyampaikan agar pembentukan pos Damkar di Klapanunggal untuk di realisasikan lebih cepat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para pengembang dan pelaku usaha di wilayah tersebut.

Menurut Fathoni, keterbatasan anggaran di Dinas Pemadam Kebakaran membuat pembangunan pos baru melalui APBD membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Oleh karena itu, Klapanunggal bisa menjadikan contoh pola kerja sama yang telah diterapkan di kawasan Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri.

“Kalau Klapanunggal mau, contohnya Kota Wisata. Itu bisa lebih cepat. Bangunannya disiapkan oleh pengembang, lahannya bisa berasal dari PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas) yang sudah dihibahkan ke pemerintah daerah, kemudian operasionalnya dijalankan oleh Damkar,” ujar Fathoni.

Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Sorot Sarana dan Prasarana Pendidikan

Melalui skema tersebut, pemerintah daerah tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk pembelian lahan baru. Lahan pos Damkar bisa memanfaatkan aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (PSU) yang telah diserahkan pengembang kepada Pemkab Bogor.

Sementara itu, proses pembangunan gedung hingga penyediaan fasilitas awal dapat dilakukan secara gotong royong oleh para pengembang maupun perusahaan yang beroperasi di Klapanunggal.

Dukungan dari dunia usaha ini bahkan bisa diperluas hingga pengadaan unit kendaraan operasional pemadam kebakaran. Setelah fisik siap, pengelolaan personel dan operasional sepenuhnya akan diambil alih oleh Dinas Damkar.

Fathoni menegaskan, apabila pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, dan para pelaku usaha aktif membangun komunikasi serta menyampaikan usulan bersama-sama, maka proses pengawalan di DPRD akan lebih mudah di lakukan.

“Kalau ada usulan dari warga, nanti kita kawal. tidak harus satu perusahaan, bisa saja didukung bersama oleh seluruh pengembang dan perusahaan yang ada di wilayah Klapanunggal sehingga pembangunannya di tanggung bersama,” jelasnya.

Polres Garut Klarifikasi Isu Hoaks Macan Turun Gunung di Papandayan

Fathoni, optimistis peluang menghadirkan pos Damkar di Klapanunggal cukup besar apabila mekanisme tersebut dapat di jalankan. Ia menilai kebutuhan kendaraan operasional juga dapat di penuhi secara bertahap sesuai kemampuan.

“Kalau sudah ada posko, lahannya ada, bangunannya ada, penambahan kendaraan bisa dilakukan bertahap. Bisa diawali satu unit dulu dari anggaran pemerintah ke depannya. Yang sulit justru kalau belum ada lahan dan bangunannya, karena anggaran Damkar memang relatif terbatas,” tambahnya.

Fathoni, berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor guna memetakan kondisi pelayanan di Klapanunggal. Menurutnya, idealnya setiap kecamatan memiliki akses layanan pemadam yang memadai demi memangkas response time saat terjadi darurat kebakaran.

Aspirasi pembentukan UPT atau pos Damkar di Klapanunggal diharapkan menjadi prioritas tindak lanjut hasil reses DPRD Kabupaten Bogor, Mengingat wilayah Klapanunggal terus berkembang sebagai kawasan industri dan permukiman padat, kehadiran layanan pemadam kebakaran yang lebih dekat dan responsif sudah menjadi kebutuhan masyarakat. (***)

Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Perkuat Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri,Kapolres Garut Silaturahmi ke Makodim 0611/Garut

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom