RUZKA INDONESIA – Gubernur Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka rangkaian Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).
Perayaan satu abad kelahiran mantan Gubernur DKI Jakarta itu berlangsung selama sepekan hingga 14 Juli 2026. Beragam agenda disiapkan, mulai dari pameran arsip dan foto Ali Sadikin, pameran karya seni ruang publik, lokakarya film pendek, pertunjukan musik, pasar seni, diskusi publik, Simposium Budaya Bahasa Betawi, Memorial Lecture 100 Tahun Ali Sadikin, hingga soft launching buku 100 Tahun Ali Sadikin.
Pramono menilai kepemimpinan Ali Sadikin selama 1966–1977 meninggalkan jejak kuat bagi Jakarta hingga hari ini. Berbagai terobosan yang dilakukan Bang Ali membuat namanya tetap dikenang.
Salah satu warisan paling diingat adalah keberanian mengubah kawasan rawa di pesisir utara Jakarta menjadi Taman Impian Jaya Ancol. Kawasan itu kini menjadi destinasi rekreasi sekaligus aset penting milik Jakarta.
Selain itu, keputusan memindahkan Kebun Binatang Jakarta dari Cikini ke Ragunan juga disebut Pramono sebagai langkah berani. Kini Ragunan berkembang menjadi ikon kota dan ruang publik yang banyak dimanfaatkan masyarakat.
“Namun, bagi saya pribadi, sebenarnya bukan hanya hal yang bersifat fisik. Karya utama beliau adalah membangun kehidupan budaya dan seni di Jakarta, salah satunya adalah tempat ini, Taman Ismail Marzuki,” kata Gubernur di TIM.
Hidupkan Kembali Planetarium dan Perkuat Kolaborasi dengan IKJ
Pramono menyebut siapa pun yang menjabat Gubernur memiliki tanggung jawab melanjutkan warisan Ali Sadikin. Setelah dilantik, salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah Planetarium Jakarta.
Ia juga berdialog dengan sivitas Institut Kesenian Jakarta (IKJ) untuk memperbaiki hubungan yang sempat tidak harmonis antara Pemprov DKI dengan IKJ maupun pengelola TIM.
“Hubungan yang kurang harmonis tidak akan mendukung upaya menjaga dan mengembangkan warisan Ali Sadikin di bidang kebudayaan,” ujar Pramono.
Kini, upaya penguatan komunikasi membuahkan hasil. Planetarium Jakarta dihidupkan kembali dan hampir setiap hari masyarakat antre untuk datang. Hubungan antara IKJ dan pengelola TIM juga disebutnya sudah jauh lebih baik.
Prioritas Pengembangan Kebudayaan
Pramono menegaskan pengembangan sektor kebudayaan akan terus menjadi prioritas pemerintahannya. Cita-cita Ali Sadikin membangun identitas budaya Ibu Kota harus dijaga dan dilanjutkan setiap generasi.
Komitmen itu diwujudkan melalui program revitalisasi kawasan Setu Babakan, perbaikan infrastruktur jalan, hingga pembenahan panggung kesenian di kawasan tersebut.
“Jakarta harus tetap mempertahankan jati dirinya sebagai kota yang memiliki wajah dan kehidupan kebudayaan yang kuat,” pungkasnya. *** Editor: Yoyok Bepe






Komentar