RUZKA INDONESIA โ Kemajuan Jakarta menuju kota global harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, penguatan gotong royong, dan kepedulian sosial ditegaskan Ketua Umum Bang Japar yang juga Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. Menurutnya, kota yang maju tidak hanya dibangun dengan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga dengan identitas budaya yang kuat serta solidaritas antarwarganya.
Hal itu disampaikan Fahira Idris pada penyelenggaraan Festival Budaya dan Seni Betawi dalam rangka memperingati HUT ke-499 Jakarta dan Lebaran Anak Yatim yang digelar Bang Japar Komando Kecamatan Kalideres di Tembok Bolong, Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu-Ahad (04โ05/07/2026).
โJakarta sedang melangkah menuju usia lima abad dan terus bergerak menjadi kota global. Namun, kemajuan itu harus tetap berjalan bersama kekuatan budaya, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial. Jakarta boleh terus berkembang, tetapi akar budaya dan rasa kemanusiaannya harus tetap kuat,โ ujar Fahira Idris di Jakarta seperti diutarakan kepada RUZKA INDONESIA, Ahad (05/07/2026).
Senator Jakarta ini menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Bang Japar Komando Kecamatan Kalideres yang menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, festival ini berhasil mempertemukan beberapa semangat kebaikan sekaligus, yaitu pelestarian budaya Betawi, penguatan silaturahmi warga, pemberdayaan UMKM dan kuliner lokal, serta berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim.
โBudaya dirawat, silaturahmi diperkuat, ekonomi warga digerakkan, dan kebahagiaan dibagikan. Inilah bentuk kegiatan masyarakat yang menurut saya sangat bermakna karena manfaatnya dirasakan dari banyak sisi,โ kata Fahira Idris.
Festival tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari lomba mewarnai untuk anak-anak, pentas seni dan budaya Betawi, penampilan Sueb The Reborn, pertunjukan lenong, kuliner dan jajanan khas Betawi, hingga rangkaian kegiatan Lebaran Anak Yatim.
Menurut Fahira Idris, panggung-panggung budaya seperti ini perlu terus diperbanyak di berbagai wilayah Jakarta. Pelestarian budaya Betawi tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni, tetapi harus dihadirkan sebagai pengalaman hidup yang dekat dengan masyarakat dan menarik bagi generasi muda.
โBudaya Betawi bukan sekadar warisan masa lalu. Budaya Betawi adalah identitas, kebanggaan, dan kekuatan Jakarta. Karena itu, seni, musik, lenong, kuliner, bahasa, dan berbagai ekspresi budaya Betawi harus terus diberikan ruang agar hidup dari generasi ke generasi,โ ujarnya.
Fahira Idris juga menilai festival budaya di tingkat kampung dan kecamatan memiliki nilai strategis karena mampu menjadi ruang perjumpaan antarwarga. Di tengah perkembangan kota yang semakin cepat dan kehidupan masyarakat yang semakin individual, ruang kebersamaan menjadi semakin penting.
Menurutnya, menjaga budaya juga berarti menjaga kohesi sosial. Festival yang mempertemukan anak-anak, keluarga, pelaku seni, tokoh masyarakat, UMKM, organisasi masyarakat, dan warga dalam satu ruang dapat memperkuat ikatan sosial sekaligus rasa memiliki terhadap Jakarta.
โJakarta membutuhkan semakin banyak ruang tempat warga bisa bertemu, saling mengenal, menikmati budaya, dan bergotong royong. Kota global tetap membutuhkan kampung yang guyub dan warga yang peduli satu sama lain,โ ungkapnya.
Selain pelestarian budaya, Fahira Idris menilai kehadiran UMKM dan kuliner lokal dalam festival juga harus terus diperkuat. Menurutnya, kegiatan budaya akan semakin memberi manfaat apabila juga menjadi ruang promosi dan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha kecil di lingkungan sekitar.
โKetika sebuah festival memberi panggung kepada seniman lokal sekaligus membuka ruang bagi UMKM, maka budaya dan ekonomi warga tumbuh bersama. Ini yang harus terus kita dorong,โ ujarnya lagi.
Fahira Idris mengungkapkan, bagian yang paling menyentuh dalam kegiatan tersebut adalah Lebaran Anak Yatim. Menurutnya, momentum ini mengingatkan semua pihak bahwa pembangunan% sebuah kota tidak hanya berbicara tentang jalan, gedung, transportasi, dan ekonomi, tetapi juga tentang kasih sayang, kepedulian, serta keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan perhatian.
โAnak-anak yatim adalah anak-anak kita bersama. Membahagiakan mereka, menjaga masa depannya, dan memastikan mereka merasakan kasih sayang adalah tanggung jawab bersama. Sebuah kota akan semakin kuat ketika warganya memiliki kepedulian kepada sesama,โ kata Fahira Idris.
Menurut Fahira Idris, semangat tersebut sejalan dengan nilai perjuangan Bang Japar, yaitu hadir di tengah masyarakat, melakukan kerja nyata, dan memberikan manfaat kepada sesama.
Ia mengajak seluruh jajaran Bang Japar di berbagai wilayah untuk terus menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, kemanusiaan, kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, hingga menjaga keamanan dan kebersamaan lingkungan.
โBang Japar harus terus hadir di tengah masyarakat. Teruslah bergerak, menjaga budaya, membantu warga, merawat persaudaraan, dan menebarkan manfaat. Semangat kita tetap sama: Berbuat dan Bermanfaat untuk Sesama,โ tegas Fahira Idris.
Fahira Idris menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus Bang Japar, tokoh masyarakat, seniman dan budayawan Betawi, pelaku UMKM, relawan, serta warga yang bergotong royong menyukseskan Festival Budaya dan Seni Betawi serta Lebaran Anak Yatim tersebut.
โSaya berharap dari kampung-kampung di Jakarta akan terus lahir ruang kebersamaan seperti ini. Semoga budaya Betawi semakin dicintai generasi muda, UMKM lokal semakin tumbuh, silaturahmi warga semakin kuat, dan semakin banyak anak-anak yatim yang merasakan kebahagiaan serta kasih sayang kita bersama,โ pungkas Fahira Idris. (***/Jie)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com






Komentar