Nasional
Beranda ยป Berita ยป Komisi III DPRD Majalengka Soroti Minimnya Armada Sampah dan Anggaran DLH

Komisi III DPRD Majalengka Soroti Minimnya Armada Sampah dan Anggaran DLH

Ketua Komisi III DPRD Majalengka dan Kadis LH ditemui awak media di workshop DLH usai kunjungan. (Foto: Eko Widiantoro)
Ketua Komisi III DPRD Majalengka dan Kadis LH ditemui awak media di workshop DLH usai kunjungan. (Foto: Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA; MAJALENGKA โ€“ Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahuddin, menyoroti minimnya armada pengangkut sampah hingga kecilnya alokasi anggaran untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka. Sorotan itu disampaikan saat rombongan Komisi III DPRD Majalengka melakukan kunjungan kerja ke kantor DLH Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026).

Menurut Iing, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kesiapan DLH dalam mengawal pembangunan di sektor lingkungan hidup di Kabupaten Majalengka.

โ€œDinas Lingkungan Hidup ini salah satu mitra penting Komisi III. Kami ingin melihat langsung kesiapan mereka dalam mengawal pembangunan, terutama soal lingkungan hidup, sampah, limbah sampai pertamanan,โ€ kata Iing kepada wartawan.

Dalam kunjungan itu, Komisi III meninjau sejumlah fasilitas milik DLH, mulai dari armada truk sampah, peralatan laboratorium, workshop hingga kondisi kantor.

Iing mengungkapkan, sebagian fasilitas yang dimiliki DLH masih jauh dari memadai. Bahkan, sejumlah peralatan laboratorium disebut belum bisa difungsikan secara optimal.

Spesialis Curanmor Depok Dibekuk! 6 Pelaku Ditangkap, Polisi Sita 11 Kendaraan Curian

Sementara untuk armada pengangkut sampah, kondisi kendaraan dinilai cukup memprihatinkan.

โ€œDari 13 armada sampah, yang berfungsi sekarang tinggal 11 unit. Ada empat kendaraan rusak berat dan kemungkinan sudah tidak bisa digunakan,โ€ ujarnya.

Kepala DLH Majalengka, Wawan Sarwanto membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut beberapa armada memang sudah mendekati masa afkir.

Selain kendaraan sampah, DLH juga disebut kini menghadapi tambahan beban kerja setelah urusan pertamanan dilimpahkan ke dinas tersebut. Namun, fasilitas penunjangnya masih sangat terbatas.

โ€œUntuk kendaraan penyiram taman juga sekarang cuma satu unit,โ€ kata Iing.

Truk Mogok Bikin Macet Parah di Garut, Polisi Turun Tangan Evakuasi di Tengah Antrean Panjang

Politisi PKS itu menilai persoalan lingkungan hidup di Majalengka belum mendapatkan perhatian anggaran yang memadai. Ia bahkan menyebut alokasi anggaran untuk sektor lingkungan hidup masih jauh dari standar ideal.

โ€œHarusnya minimal 3 persen, itu sudah ada ketentuannya. Tapi di Majalengka masih sekitar 0,3 persen. Masih jauh sekali,โ€ ungkapnya.

Komisi III DPRD, lanjut Iing, berkomitmen terus mendorong penambahan anggaran agar DLH memiliki kemampuan lebih kuat dalam menangani persoalan lingkungan.

Tak hanya itu, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Heuleut juga menjadi perhatian DPRD. Iing mengatakan, sistem penanganan sampah di TPA Heuleut harus mulai beralih menggunakan metode landfill.

โ€œTPA Heuleut tahun 2026 harus mulai diupayakan penanganan sampah dengan sistem landfill, jadi sampah tidak hanya menumpuk di permukaan,โ€ jelasnya.

Senator Soroti Perlindungan UMKM, Pekerja Gig, Daya Beli dan Pajak Karbon dalam Pengawasan UU HPP di Jakarta

Sementara itu, DLH juga mengakui adanya kerusakan pada sejumlah kontainer sampah di kawasan pasar, termasuk di Pasar Cigasong.

Menurut Wawan Sarwanto, perbaikan kontainer mulai dilakukan setelah adanya dukungan dari DPRD Majalengka.

Dalam kesempatan itu, Iing juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap persoalan sampah dengan mulai memilah sampah dari rumah. โ€œKalau sampah yang masih punya nilai ekonomi jangan dibuang. Dipilah dari rumah supaya beban TPA lebih ringan,โ€ ujarnya.

Selain itu, Komisi III DPRD juga mendorong gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan pemerintahan. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan air mineral kemasan di kantor-kantor pemerintahan.

โ€œDi DLH sendiri sudah mulai menggunakan tumbler dan gelas, tidak lagi memakai air mineral kemasan. Harapannya ini bisa menjadi gerakan bersama di seluruh kantor pemerintahan di Majalengka,โ€ pungkas Iing.

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

Sorotan






Kolom