Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Menaker Yassierli Bongkar Strategi Baru Hadapi AI: Anak Muda tak Cukup Cari Kerja, Harus Jadi Inovator

Menaker Yassierli Bongkar Strategi Baru Hadapi AI: Anak Muda tak Cukup Cari Kerja, Harus Jadi Inovator

Menaker Yassierli saat membuka kegiatan Talent & Innovation Hub Activation Series bertema From Talent to Market di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung Barat, Minggu (10/5/2026).
Menaker Yassierli saat membuka kegiatan Talent & Innovation Hub Activation Series bertema From Talent to Market di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026). (Foto: Humas Kemnaker)

RUZKAINDONESIA.ID; BANDUNG BARAT โ€” Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa generasi muda Indonesia tak bisa lagi hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Pemerintah kini mulai mendorong lahirnya talenta muda yang mampu menjadi inovator hingga pencipta lapangan kerja baru.

Pesan itu disampaikan Yassierli saat membuka kegiatan Talent & Innovation Hub Activation Series bertema From Talent to Market di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung Barat, Minggu (10/5/2026).

Menurut Yassierli, tantangan dunia kerja saat ini berkembang jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Karena itu, sistem pengembangan sumber daya manusia harus ikut bertransformasi agar tidak tertinggal oleh perubahan teknologi.

โ€œTalenta muda perlu dipersiapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan solusi inovatif,โ€ ujar Yassierli.

AI dan Digitalisasi Ubah Peta Dunia Kerja

Yassierli menilai perkembangan teknologi digital dan AI telah mengubah kebutuhan industri secara drastis. Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga terampil, tetapi juga individu yang kreatif, adaptif, dan mampu menciptakan nilai tambah.

Bima Arya Buka Suara: “Kepala Daerah Itu Enggak Ngerti Ekonomi Kreatif, HIPMI Bisa Jadi Kunci!”

Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan mendorong penguatan keterhubungan antara pelatihan vokasi, pendidikan, dan dunia industri melalui program Talent & Innovation Hub.

Program tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk melahirkan SDM yang produktif, inovatif, dan memiliki daya saing global.

โ€œDari learning menjadi earning, dari potensi menjadi produktivitas,โ€ kata Yassierli.

Ia menegaskan, pelatihan vokasi ke depan tidak lagi cukup hanya fokus pada keterampilan teknis dasar, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang siap membangun usaha, mengembangkan inovasi, hingga menciptakan solusi berbasis teknologi.

Talent & Innovation Hub Dorong Startup dan Wirausaha Muda

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker, Estiarty Haryani, menjelaskan bahwa Talent & Innovation Hub juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan muda dan startup berbasis inovasi.

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal di Kawasan Urban Farming

Menurutnya, program tersebut akan menjadi ruang pengembangan talenta yang terintegrasi mulai dari pelatihan kerja, pengembangan bisnis, hingga akses jejaring dan pasar.

โ€œMelalui Talent & Innovation Hub, kami ingin menghadirkan ruang pengembangan talenta yang terintegrasi, mulai dari kesiapan kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga akses jejaring dan pasar,โ€ ujar Estiarty.

Ia berharap program tersebut mampu mempercepat lahirnya talenta muda yang tidak hanya kompetitif di pasar kerja nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

Gandeng Kampus, Industri hingga Komunitas

Dalam kegiatan tersebut, Kemnaker juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, perusahaan, asosiasi, dan yayasan.

Kolaborasi itu difokuskan untuk memperkuat pengembangan talenta, penempatan tenaga kerja, pemberdayaan tenaga kerja muda, hingga dukungan bagi penyandang disabilitas agar memperoleh akses kerja yang lebih luas.

Perluas Akses, Outlet Bright Gas Hadir di Jaringan Toko Sampoerna Retail Community

Kegiatan Talent & Innovation Hub Activation Series sendiri diikuti sekitar 1.200 peserta secara luring dan daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan mulai dari alumni pelatihan vokasi, pencari kerja, pelaku UMKM, startup, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas kreatif.

Langkah Kemnaker ini dinilai menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menghadapi transformasi dunia kerja akibat revolusi digital dan AI yang diprediksi terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan penguatan ekosistem pelatihan dan inovasi, pemerintah berharap generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan peluang ekonomi baru.

(Biro Humas Kemnaker)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

Sorotan






Kolom