Info Sehat
Beranda ยป Berita ยป Pemkot Depok Siapkan Program Operasi Bibir Sumbing Gratis Berkelanjutan

Pemkot Depok Siapkan Program Operasi Bibir Sumbing Gratis Berkelanjutan

Operasi bibir sumbing. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen melanjutkan program operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis dan berkelanjutan.

โ€œInsya Allah program ini akan kita lanjutkan. Tadi saya sudah sampaikan ke Bu Kadinkes, Bu Direktur RSUD ASA, bahkan saya juga sudah berkomunikasi langsung dengan dokter yang melakukan operasi, Pak Dokter Yantoko,โ€ ujar Wali Kota Depok, Supian Suri, usai pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis dalam rangka HUT ke-27 Kota Depok di RSUD ASA Kota Depok, Jumat (17/04/2026).

Supian menjelaskan, selama ini pelaksanaan operasi masih banyak mengandalkan dukungan dari yayasan.

Ke depan, Pemkot Depok akan mengalokasikan anggaran khusus agar penanganan bisa lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

โ€œKalau selama ini kita hanya mengandalkan dukungan dari yayasan, seperti Smile Train, ke depan kita akan siapkan anggaran khusus untuk masyarakat yang membutuhkan operasi bibir sumbing maupun langit-langit,โ€ jelasnya.

RSUD ASA Depok Sudah Bisa Layani Cuci Darah

Supian juga menekankan pentingnya pendataan aktif oleh aparatur wilayah hingga tingkat bawah. Untuk itu, ia meminta camat, lurah, hingga RT dan RW untuk memastikan tidak ada kasus yang terlewat.

โ€œSaya titip, tolong dicek warga Depok yang baru lahir. Para camat, lurah, sampai RT dan RW harus monitor, jangan sampai ada kondisi seperti itu tapi tidak segera kita tangani,โ€ tegasnya.

Menurutnya, langkah ini penting untuk mengejar masa emas penanganan. Operasi bibir sumbing idealnya dilakukan saat bayi berusia maksimal tiga bulan, sementara operasi langit-langit sekitar usia satu tahun.

โ€œKalau ada kondisi itu sejak lahir, maksimal tiga bulan untuk bibir sumbing sebaiknya sudah dioperasi. Untuk langit-langit sekitar satu tahun. Jangan sampai terlambat,โ€ ungkap Supian.

Ia mengakui, penanganan tetap bisa dilakukan di usia lebih dewasa, namun hasilnya tidak akan seoptimal jika dilakukan pada masa emas.

Primaya Hospital Perkuat Ekspansi di Jabar, Transformasi RS Rajawali Hadirkan Layanan Berbasis Center of Excellence

โ€œKalau di masa itu hasilnya bisa jauh lebih baik, bahkan mendekati normal. Tapi kalau sudah lewat, apalagi usia lebih dewasa, hasilnya tidak semaksimal,โ€ terang Supian.

Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemkot Depok juga menyiapkan skema anggaran yang lebih fleksibel melalui Dinas Kesehatan, termasuk kemungkinan penyusunan regulasi baru.

Sebab menurutnya, kalau menunggu siklus anggaran satu tahun, bisa jadi terlambat. Sebagai contoh, jika anak lahir di bulan ke-10 dan baru masuk perencanaan, dikhawatir sudah melewati masa emas penanganannya.

โ€œKalau perlu nanti kita buat Perwal yang memfasilitasi bansos tidak terencana. Harusnya kita bisa maksimalkan,” pungkas Supian. (***)

Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Upaya Melindungi Anak dan Keluarga dari Penyakit Campak, Ini Gejalanya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom